Gol dari Lorenzo Pellegrini dan Zeki Celik memastikan tiga poin berharga yang mengantarkan Giallorossi kembali ke puncak klasemen sebelum jeda internasional.
Kemenangan ini mencerminkan ciri khas Roma musim ini: pertahanan disiplin, kontrol permainan rapi, dan efisiensi tinggi dalam memanfaatkan peluang.
Meskipun kali ini mereka mencetak lebih dari satu gol, berbeda dari tren kemenangan tipis 1-0 sebelumnya, tim asuhan Gian Piero Gasperini tampak semakin matang dan kompak.
Dominasi Roma: Kontrol Permainan dan Ketenangan di Semua Lini
Roma tampil dominan sepanjang pertandingan dengan penguasaan bola 58 persen, yang pada kenyataannya terasa lebih besar karena Udinese sulit keluar dari tekanan.
Meski tim tamu sempat menekan di beberapa fase, Roma tetap tampil tenang dan solid. Statistik menunjukkan keseimbangan tipis dengan 13 tembakan dimana 4 tepat sasaran untuk Roma dan 10 tembakan dengan 4 tepat sasaran bagi Udinese. Namun, kualitas penyelesaian dan efektivitas menjadi pembeda utama.
Pellegrini Pecah Kebuntuan Lewat Penalti Akurat
Kebuntuan akhirnya pecah menjelang akhir babak pertama. Cedera yang menimpa Artem Dovbyk memaksa Gasperini melakukan pergantian cepat dengan memasukkan Tommaso Baldanzi.
Tak lama kemudian, VAR memutuskan penalti untuk Roma usai handball di kotak terlarang. Lorenzo Pellegrini dengan dingin menipu kiper Maduka Okoye dan membawa Roma unggul 1-0 di menit ke-42.
Berbeda dari laga-laga sebelumnya di mana gol pertama membuat Roma menurun tempo, kali ini justru sebaliknya. Setelah unggul, Roma bermain lebih lepas dan agresif.
Bryan Cristante sempat hampir menggandakan keunggulan lewat tembakan jarak jauh yang membentur tiang, sementara Mile Svilar melakukan penyelamatan gemilang dari tendangan bebas Kamara untuk menjaga keunggulan timnya hingga turun minum.
Zeki Celik Jadi Pahlawan Tak Terduga
Gol kedua Roma tercipta di babak kedua dari sosok yang tak diduga, Zeki Celik. Bek asal Turki yang belum pernah mencetak gol di Serie A sejak bergabung pada 2022 itu menuntaskan kerja sama apik dengan Gianluca Mancini, yang cerdik menusuk ke ruang kosong sebelum mengirim umpan tarik sempurna.
Celik melepaskan penyelesaian presisi untuk menggandakan keunggulan Roma di menit ke-63. Gol ini menjadi hadiah atas kerja kerasnya menggantikan Angelino yang masih absen karena cedera.
Pertahanan Rapat, Identitas Baru Roma di Bawah Gasperini
Meski Udinese mencoba menekan di menit-menit akhir, pertahanan Roma tetap kokoh. Giallorossi menutup pertandingan dengan clean sheet kesembilan musim inI, bukti soliditas dan konsistensi yang menjadi ciri khas Gasperini.
Bahkan ketika kelelahan mulai terlihat, organisasi pertahanan Roma tidak pernah goyah.
Lebih dari sekadar kemenangan, hasil ini mempertegas identitas baru Roma: tim yang bertahan sebagai satu kesatuan, memanfaatkan peluang kecil, dan mengontrol ritme hingga peluit akhir.
Menuju Paruh Musim: Tantangan dan Harapan Roma
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini 9 November 2025: Galeri24 dan UBS Sama-Sama Stabil, Mana yang Lebih Murah?
Kemenangan ini memberi Roma momentum sempurna jelang jeda internasional. Namun, Gasperini masih menghadapi persoalan cedera di lini depan. Lewis Ferguson dan Dovbyk tengah menjalani pemulihan, membuat kedalaman skuad di sektor serang menipis.
Meski begitu, posisi Roma di puncak klasemen pada pertengahan November adalah capaian luar biasa. Jika kondisi fisik pemain utama pulih tepat waktu, Giallorossi berpeluang besar melanjutkan tren positif hingga paruh kedua musim.
“Kalau ada yang bilang Roma akan memimpin Serie A pada November, tak banyak yang akan percaya,” tulis salah satu media lokal. Kini, kenyataan itu terjadi, dan Roma memiliki peluang nyata untuk berbicara banyak di perebutan scudetto musim ini. (*)
Editor : Niklaas Andries