Spurs sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Bryan Mbeumo di babak pertama dan kesulitan menembus pertahanan rapat United.
Namun, dua gol cepat dari Mathys Tel dan Richarlison di penghujung laga sempat membalikkan keadaan dan membuat stadion bergemuruh. Sayangnya, kemenangan itu sirna akibat sundulan telak De Ligt dari situasi sepak pojok di menit-menit akhir.
Babak Pertama: Kesalahan Fatal dan Gol Bryan Mbeumo
Pelatih Ange Postecoglou melakukan tiga perubahan dari laga Liga Champions sebelumnya melawan FC Copenhagen, memasukkan Djed Spence, Joao Palhinha, dan Richarlison ke dalam starting XI.
Spurs tampil agresif di awal pertandingan, dengan peluang emas datang dari Brennan Johnson pada menit ke-16, namun sundulannya masih melebar dari sasaran.
United kemudian bangkit dan mengambil kendali. Pada menit ke-32, kesalahan komunikasi di lini belakang Spurs berujung petaka. Pape Matar Sarr gagal mengamankan bola, dan setelah serangkaian defleksi, Amad Diallo mengirim umpan silang yang disambut Mbeumo dengan sundulan tajam ke pojok atas gawang, membawa United unggul 1-0 hingga turun minum.
Babak Kedua: Spurs Bangkit, Tapi Disakiti di Akhir
Tottenham tampil lebih menekan di babak kedua. Senne Lammens, kiper United, menjadi tembok kokoh dengan menggagalkan dua peluang beruntun dari Cristian Romero dan Joao Palhinha.
Spurs sempat mencetak gol pada menit ke-63 melalui Johnson, namun dianulir karena offside. United bertahan dalam dan mengandalkan serangan balik cepat lewat Bruno Fernandes, yang nyaris menggandakan keunggulan tapi gagal mengarahkan bola ke gawang.
Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-83. Tiga pemain pengganti Spurs berkolaborasi apik: Wilson Odobert memberikan umpan terobosan kepada Destiny Udogie, yang mengirim umpan rendah ke Mathys Tel.
Penyerang muda itu berbalik badan dan menembak dalam satu gerakan cepat, bola sempat membentur kaki De Ligt dan mengecoh Lammens. Skor 1-1!
Hanya beberapa menit berselang, Spurs membalikkan keadaan. Pada menit ke-91, sepakan melengkung Odobert dari luar kotak penalti membentur kaki Richarlison dan mengubah arah bola ke dalam gawang. Stadion pun bergemuruh menyambut keunggulan 2-1.
Namun euforia itu tak bertahan lama. Di menit ke-96, United mendapat sepak pojok. Bruno Fernandes mengirim bola ke tiang jauh, dan Matthijs De Ligt melompat tinggi untuk menanduk bola masuk ke gawang Guglielmo Vicario, memaksa skor akhir menjadi 2-2.
Data Pertandingan: Tottenham Hotspur 2–2 Manchester United
Pencetak Gol:
Tottenham: Tel (83’), Richarlison (90+1’)
Manchester United: Mbeumo (32’), De Ligt (90+6’)
Kartu Kuning:
Tottenham: Johnson, Romero, Palhinha, Richarlison, Danso
Manchester United: Dorgu
Wasit: Sam Barrott
Stadion: Tottenham Hotspur Stadium
Kondisi Cuaca: Berawan ringan, suhu 13°C
Jumlah Penonton: 61.210 orang
Baca Juga: KUR BRI November 2025 Resmi Dibuka! Pinjam Modal Usaha Hingga Rp500 Juta, Bunga Cuma 6 Persen!
Formasi Spurs (4-2-3-1): Vicario; Porro (Udogie 67’), Romero (Danso 88’), Van de Ven, Spence; Palhinha (Bentancur 79’), Sarr; Johnson, Simons (Tel 79’), Richarlison; Kolo Muani (Odobert 46’).
Formasi Manchester United (3-4-2-1): Lammens; De Ligt, Maguire (Yoro 72’), Shaw; Mazraoui (Sesko 59’), Casemiro (Ugarte 72’), Bruno Fernandes (Dorgu 80’), Amad; Mbeumo, Cunha (Mount 72’).
Analisis: Hasil yang Adil dalam Laga Sarat Emosi
Tottenham menunjukkan semangat pantang menyerah dan hampir menuntaskan comeback spektakuler, tetapi kelemahan dalam bertahan dari bola mati kembali menghantui mereka.
Sebaliknya, Manchester United tampil efisien dan memanfaatkan setiap peluang kecil yang mereka dapatkan.
Meskipun gagal menang, performa Spurs tetap menjanjikan dengan kontribusi signifikan dari pemain muda seperti Tel dan Odobert. Sementara itu, bagi United, hasil ini menjadi dorongan moral setelah rentetan laga ketat di Liga Inggris dan Eropa. (*)
Editor : Niklaas Andries