Musim ini menjadi tahun pertama PUMA sebagai pemasok resmi bola pertandingan Premier League. Sejak awal kompetisi 2025-2026, bola produksi PUMA telah menggetarkan jala sebanyak 209 kali dari 80 pertandingan pertama, menandai awal yang spektakuler bagi kerja sama ini.
Namun, muncul pertanyaan menarik: mengapa Premier League membutuhkan bola musim dingin, dan dari mana tradisinya berasal?
Sejarah Bola Musim Dingin Premier League
Baca Juga: Saldo Mengendap Terbaru Bank Mandiri, BRI, dan BNI per November 2025, Jangan Sampai DIblokir!
Bola musim dingin pertama kali digunakan pada musim 2004-2005. Awalnya, bola berwarna cerah ini dipakai selama dua musim, sebelum akhirnya pada 2008-2009, Premier League memperkenalkan bola musim dingin baru setiap tahun, mengikuti desain utama bola resmi musim tersebut.
Edisi “Under The Lights” dari PUMA menjadi bola hi-vis (high visibility) ke-20 yang digunakan dalam sejarah Premier League, menegaskan evolusi desain yang terus menyesuaikan kebutuhan visual pemain dan penonton di musim dingin.
Kapan Bola Musim Dingin Mulai Digunakan?
Pergantian bola musim dingin biasanya bertepatan dengan peralihan waktu dari British Summer Time (BST) ke Greenwich Mean Time (GMT), ketika jam di Inggris dimundurkan satu jam. Tahun ini, perubahan waktu tersebut terjadi pada Minggu, 26 Oktober pukul 02.00 waktu setempat.
Peralihan ke GMT menandai berkurangnya durasi sinar matahari. Menjelang titik balik musim dingin pada 21 Desember, matahari di Inggris akan terbenam sekitar pukul 16.00 GMT. Dengan demikian, sebagian besar pertandingan Premier League akan digelar di bawah sorotan lampu stadion (floodlight).
Warna cerah pada bola “Under The Lights” dirancang khusus untuk meningkatkan visibilitas, memudahkan pemain, wasit, penonton di stadion, dan pemirsa televisi untuk mengikuti pergerakan bola dengan jelas di tengah kondisi pencahayaan rendah.
Sampai Kapan Bola Ini Akan Digunakan?
Secara tradisional, bola hi-vis digunakan hingga awal musim semi. Pada masa-masa awal, bola putih standar kembali digunakan setelah musim dingin berakhir. Namun sejak musim 2019-2020, Premier League menerapkan sistem tiga desain bola berbeda sepanjang musim: bola utama, bola musim dingin, dan bola akhir musim. (*)
Editor : Niklaas Andries