Rivalitas panas dua tim asal Turin ini telah berlangsung sejak tahun 1929, dan menariknya, Juventus belum pernah kalah dalam 20 pertemuan terakhir di Serie A melawan Torino. Musim ini, duel pertama Derby della Mole akan menandai era baru di bawah kepemimpinan Luciano Spalletti.
Juventus Bangkit Bersama Spalletti
Setelah delapan pertandingan tanpa kemenangan di semua kompetisi, manajemen Juventus akhirnya menunjuk Luciano Spalletti sebagai pelatih baru dengan kontrak awal hingga akhir musim.
Debutnya berjalan positif. Dalam laga pertamanya melawan Cremonese pekan lalu, Bianconeri meraih kemenangan 2-1 berkat gol dari dua bek sayap, Filip Kostic dan Andrea Cambiaso.
Hasil tersebut menjaga posisi Juventus di jalur empat besar klasemen Serie A, meski performa mereka di Eropa masih mengecewakan. Dari tiga laga di Liga Champions, Juve baru mengoleksi dua poin.
Bahkan, mereka sempat tertinggal lebih dulu dari Sporting Lisbon pada laga tengah pekan, sebelum Dusan Vlahovic menyamakan kedudukan meski akhirnya gagal mencetak gol kemenangan.
Meski hanya memenangkavs n dua dari 11 pertandingan terakhir di semua ajang, Juventus tetap tangguh di kandang. Mereka hanya kalah sekali dalam 31 laga Serie A terakhir di Allianz Stadium dan mencatat 17 clean sheet di antaranya.
Kini, Spalletti bersiap menghadapi Derby della Mole pertamanya setelah sebelumnya pernah melakoni derby Roma dan derby Milan dalam karier kepelatihannya.
Torino Ingin Patahkan Kutukan 29 Tahun
Sementara itu, Torino menghadapi tantangan besar untuk memutus rekor buruk mereka. Kemenangan terakhir Torino di kandang Juventus terjadi pada April 1995. Sejak saat itu, dari 21 laga tandang ke markas rival sekota, mereka kalah 16 kali.
Pelatih Marco Baroni, yang pernah menukangi tim muda Juventus (Primavera) dan mempersembahkan dua trofi di level junior, kini harus berusaha menulis sejarah baru bagi kubu Granata.
Meski begitu, performa Torino menjelang laga ini terbilang stabil. Mereka tak terkalahkan dalam lima pertandingan Serie A terakhir sejak akhir September, dan perlahan naik ke papan tengah klasemen.
Pekan lalu, Torino bermain imbang 2-2 kontra Pisa. Gol Che Adams dan Giovanni Simeone sempat membawa mereka bangkit, namun peluang untuk meraih kemenangan kandang gagal dimaksimalkan.
Kelemahan utama Torino musim ini adalah kebobolan cepat di babak pertama. Dari total 16 gol yang bersarang ke gawang mereka, 11 di antaranya terjadi sebelum turun minum, sesuatu yang perlu segera diperbaiki jelang derby panas ini.
Kondisi Terkini Kedua Tim
Baca Juga: Waspada Efek Ledakan! Polresta Banyuwangi Patroli Ketat di Sekolah-sekolah
Kabar Tim Juventus
Spalletti, yang dikenal dengan formasi 4-3-3, tetap mempertahankan pola tiga bek dengan sedikit fleksibilitas. Teun Koopmeiners kemungkinan besar kembali dipercaya di lini belakang menggantikan Lloyd Kelly, jika pemain asal Inggris itu belum fit.
Bremer dan Juan Cabal dipastikan absen karena cedera, sementara Dusan Vlahovic masih dalam pemantauan akibat masalah pada otot fleksor. Jika tidak bugar, posisinya bisa digantikan oleh Loïs Openda atau Jonathan David.
Kabar Tim Torino
Torino akan kembali mengandalkan Giovanni Simeone, yang sudah mencetak empat gol musim ini dan tercatat enam kali menjebol gawang Juventus sepanjang kariernya di Serie A.
Marcus Pedersen siap tampil setelah pulih dari demam, namun Zakaria Aboukhlal masih absen akibat cedera otot.
Penjaga gawang utama Franco Israel diragukan tampil, sehingga Alberto Paleari kemungkinan besar kembali menjadi starter. Berita baik datang dari sektor kiri, di mana Niels Nkounkou telah pulih dan siap dimainkan.
Prediksi Susunan Pemain
Juventus (3-4-2-1):
Di Gregorio; Kalulu, Gatti, Koopmeiners; Cambiaso, Thuram, Locatelli, Kostic; McKennie, Yildiz; Vlahovic
Torino (3-5-2):
Paleari; Ismajli, Maripan, Coco; Pedersen, Casadei, Asllani, Vlasic, Nkounkou; Adams, Simeone
Prediksi Skor: Juventus 2-1 Torino
Juventus menunjukkan peningkatan performa sejak ditangani Spalletti. Dukungan suporter di Allianz Stadium bisa menjadi faktor penentu dalam Derby della Mole kali ini.
Torino memang tengah dalam tren positif, namun rekor tandang mereka yang buruk hanya menang sekali dari 10 laga terakhir dan gagal mencetak gol di separuhnya membuat Bianconeri lebih diunggulkan. (*)
Editor : Niklaas Andries