RADARBANYUWANGI.ID - Piala Askab PSSI Banyuwangi U-14 dan U-16 tahun ini resmi berakhir di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, Kamis (6/11).
Turnamen yang berlangsung sejak awal bulan Oktober itu diikuti oleh 44 tim yang terdiri 23 tim kategori U-14 dan 21 tim kategori U-16.
Selama sebulan penuh, ratusan pemain muda Banyuwangi bergelut untuk memenangi event tersebut.
Hasilnya, di partai final Ketapang FC berhasil menjadi kampiun, diikuti Argent Genteng, PSPE Bengkak, dan PSG Kedunggebang untuk kategori U-14.
Sedangkan di kategori U-16, juara pertama diraih Tunas 92 Penataban, disusul Mitra Sby Wongsorejo di posisi kedua, Arsuma Srono di urutan ketiga, dan Ketapang FC di tempat keempat.
Selain memberikan apresiasi pada tim usia dini, ajang ini juga memberi ruang apresiasi bagi individu.
Di kategori U-16, gelar Best Goalkeeper disabet Deco dari Arsuma Srono, Best Player diraih Willy dari Tunas 92 Penataban, dan Top Scorer jatuh kepada Gilang Firmansyah dari IM Kalibaru.
Untuk kategori U-14, Gunawan dari Argent Genteng terpilih sebagai Best Goalkeeper, Al Alif dari Ketapang FC menyabet Best Player, dan Rizky Andreansyah dari PSPE Bengkak menjadi Top Scorer.
Ketua Askab PSSI Banyuwangi Michael Edy Hariyanto berkomitmen agar turnamen semacam ini terus digelar rutin setiap tahun.
Selain sebagai wadah pembinaan berjenjang, ajang ini menjadi proses penting dalam menjaring bibit muda potensial.
“Ke depan kami akan membuat turnamen yang lebih besar lagi, supaya adik-adik ini makin semangat berlatih dan mengasah kemampuan sepak bola mereka,” ujar Michael.
Selama kompetisi berlangsung, Michael juga aktif melakukan telescouting untuk memantau langsung kemampuan pemain.
Dia berharap ajang seperti ini bisa melahirkan pemain profesional asal Bumi Blambangan yang mampu menembus klub besar nasional hingga internasional.
“Semoga kemampuan mereka makin berkembang, dan kelak bisa bermain di level nasional bahkan internasional,” harapnya.
Ketua KONI Banyuwangi Ahmad Khairullah mengatakan, sebagai cabang olahraga dengan jumlah sumber daya yang luar biasa sepak bola perlu menggelar banyak event berjenjang.
Apalagi untuk kelompok usia yang menjadi jembatan antara pemain amatir dan profesional.
"Dengan kompetisi yang rutin, secara otomatis akan menghidupkan semangat SSB untuk bisa terus produktif mencetak pemain-pemain sepak bola Banyuwangi ke depan," pungkasnya. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin