RADARBANYUWANGI.ID - Dunia pendidikan Banyuwangi kembali mencatat prestasi membanggakan.
Kepala SMAN 1 Glagah, Abdullah, S.Pd., M.T., berhasil meraih peringkat kedua kategori GTK Transformatif Kepala SMA pada ajang Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Provinsi Jawa Timur 2025, yang diumumkan pada Kamis (6/11/2025).
Capaian ini diumumkan secara resmi oleh Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Timur melalui surat bernomor 0864/B7.4/GT.01.22/2025, setelah melalui tahap presentasi dan wawancara pada 26–29 Oktober 2025.
Proses penilaian dilaksanakan secara profesional dan transparan oleh dewan juri BBGTK Jatim.
Dalam pengumuman tersebut dijelaskan, penetapan tiga besar dilakukan berdasarkan abjad, bukan urutan peringkat.
Namun pada hasil akhir, Abdullah dinyatakan sebagai peringkat terbaik kedua se-Jawa Timur.
Selanjutnya, ia bersama dua nominator lainnya akan mengikuti kegiatan Refleksi dan Berbagi Praktik Baik Apresiasi GTK 2025 yang diselenggarakan pada 5–7 November 2025.
Setiap peserta diwajibkan menyiapkan X-banner berukuran 60x160 cm berisi resume karya inovatif untuk dipamerkan dalam ajang Unjuk Karya GTK 2025.
Keberhasilan ini menambah daftar panjang prestasi pendidikan Banyuwangi di tingkat provinsi.
Abdullah mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut.
“Ini bukan semata hasil pribadi, tetapi buah kerja bersama seluruh guru, tenaga kependidikan, komite, dan siswa SMAN 1 Glagah. Kami terus berupaya menghadirkan sekolah yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing,” ujarnya.
Di bawah kepemimpinannya, SMAN 1 Glagah aktif menorehkan prestasi di berbagai bidang.
Para peserta didik kerap meraih juara dalam lomba akademik maupun non-akademik, mulai dari olimpiade sains, karya tulis ilmiah, hingga kejuaraan olahraga dan seni tingkat provinsi maupun nasional.
Prestasi ini menjadi bukti nyata semangat transformasi pendidikan di SMAN 1 Glagah, di mana guru dan siswa bergerak seirama dalam inovasi dan pengembangan karakter.
Dengan keberhasilan ini, Abdullah turut mengharumkan nama Banyuwangi di kancah pendidikan nasional.
Editor : Lugas Rumpakaadi