Kemenangan ini menjadi penegasan kebangkitan tim asuhan Thomas Frank setelah performa mengecewakan melawan Chelsea di akhir pekan lalu. Spurs tampil agresif, efisien, dan mematikan — meskipun harus bermain dengan 10 orang di babak kedua.
Tottenham membuka skor pada menit ke-19 melalui Brennan Johnson, memanfaatkan kesalahan fatal kiper Dominik Kotarski yang nekat keluar dari sarangnya.
Johnson dengan mudah melewati sang penjaga gawang dan menyarangkan bola ke gawang kosong. Aksi tersebut membuat publik stadion terkejut, dan tak sedikit yang bertanya, “Apa yang dilakukan kiper itu?”
Baca Juga: Tukang Pijat Asal Situbondo Ditemukan Meninggal di Trotoar Ketapang Banyuwangi
Menjelang turun minum, Randal Kolo Muani hampir menggandakan keunggulan usai menerima umpan matang dari Xavi Simons, namun sundulannya dari jarak dekat masih melambung di atas mistar.
Setelah jeda, Tottenham langsung menambah keunggulan di menit ke-51 lewat Wilson Odobert. Tekanan tinggi dari Kolo Muani memaksa Kotarski kehilangan bola di tepi kotak penalti, dan Odobert tanpa ampun mengarahkan bola ke sudut kanan bawah gawang.
Namun, hanya enam menit berselang, Spurs mendapat pukulan telak. Brennan Johnson diusir keluar lapangan setelah VAR mengubah kartu kuningnya menjadi kartu merah karena tekel berbahaya terhadap Marcos Lopez. Spurs kini harus bermain dengan 10 pemain.
Meski kekurangan pemain, Spurs justru tampil lebih solid. Bek tengah Micky van de Ven menambah keunggulan luar biasa pada menit ke-64 lewat aksi solo spektakuler.
Ia menggiring bola dari area pertahanan sendiri, melewati beberapa pemain lawan, sebelum menuntaskannya dengan tembakan akurat ke pojok kiri gawang.
Hanya tiga menit kemudian, Joao Palhinha yang baru masuk sebagai pemain pengganti turut mencatatkan namanya di papan skor.
Dari serangan balik cepat, Cristian Romero mengirim umpan matang yang diselesaikan Palhinha dengan mudah di tiang jauh. Spurs pun menutup pertandingan dengan skor telak 4-0 di hadapan pendukungnya sendiri.
Simons Bersinar, Copenhagen Kewalahan
Penampilan gemilang Xavi Simons menjadi sorotan utama. Gelandang muda asal Belanda itu tampil kreatif dan dominan di lini tengah, menjadi motor serangan Spurs sepanjang laga.
Ia menciptakan empat peluang dan berperan besar dalam gol pembuka timnya. Sementara itu, lini belakang Tottenham yang digalang Cristian Romero dan Van de Ven tampil disiplin meski kehilangan satu pemain.
Sebaliknya, Copenhagen tampil di bawah performa. Mereka gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan terus kesulitan menghadapi agresivitas Spurs. Pertahanan mereka tampak rapuh, terutama dalam mengantisipasi tekanan tinggi yang diterapkan tuan rumah.
Sorotan Pertandingan (Highlights)
Baca Juga: Diduga Malu Jadi Bahan Gosip, Pasutri Banyuwangi Kubur Bayinya di Belakang Rumah
19’, Gol Brennan Johnson (Tottenham 1-0 Copenhagen)
Johnson manfaatkan kesalahan kiper Kotarski dan mencetak gol mudah ke gawang kosong.
51’, Gol Wilson Odobert (Tottenham 2-0 Copenhagen)
Kolo Muani rebut bola dari kiper lawan, lalu memberi assist untuk Odobert yang menuntaskan dengan tenang.
57’, Kartu Merah Brennan Johnson
VAR ubah kartu kuning jadi merah setelah tekel keras Johnson terhadap Marcos Lopez dinilai berbahaya.
64’, Gol Micky van de Ven (Tottenham 3-0 Copenhagen)
Aksi solo fantastis dari bek tengah Spurs yang menggiring bola sepanjang lapangan dan menaklukkan Kotarski.
67’, Gol Joao Palhinha (Tottenham 4-0 Copenhagen)
Serangan balik cepat dituntaskan Palhinha lewat umpan matang Cristian Romero.
Man of the Match: Xavi Simons
Xavi Simons tampil sebagai pemain terbaik laga berkat kontribusinya yang luar biasa dalam membangun serangan Spurs.
Ia menjadi kreator utama dengan empat peluang tercipta dan satu assist penting. Performanya membungkam kritik atas inkonsistensi yang sebelumnya ditujukan kepadanya.
Statistik Pertandingan
Penguasaan bola: Tottenham 61% – 39% Copenhagen
Tembakan: Tottenham 14 – 12 Copenhagen
Tembakan tepat sasaran: Tottenham 6 – 4 Copenhagen
Sepak pojok: Tottenham 3 – 6 Copenhagen
Pelanggaran: Tottenham 10 – 11 Copenhagen
Pertandingan Berikutnya
Tottenham akan menghadapi ujian berat di Premier League dengan menjamu Manchester United pada Sabtu malam, sebelum melanjutkan laga derby panas kontra Arsenal pada 23 November mendatang.
Sementara itu, Copenhagen akan kembali beraksi di Superliga Denmark dengan bertandang ke markas Vejle Boldklub akhir pekan ini, kemudian menjamu Brondby pada 23 November. (*)
Editor : Niklaas Andries