RADARBANYUWANGI.ID - Nama Nova Arianto kini kembali menjadi sorotan publik sepak bola nasional.
Mantan bek tangguh yang dulu dikenal keras dan disiplin itu kini memegang peran penting sebagai pelatih kepala Timnas U17 Indonesia.
Di bawah arahannya, Garuda Muda akan menghadapi Zambia dalam laga perdana Piala Dunia U17 2025 yang digelar di Doha, Qatar.
Lahir di Semarang pada 4 November 1978, Nova adalah putra dari pelatih legendaris Indonesia, Sartono Anwar.
Postur 183 cm dan karakter keras di lapangan membuatnya dikenal sebagai sosok bek yang tangguh semasa bermain, membela sejumlah klub besar seperti Persebaya Surabaya, Persib Bandung, dan Sriwijaya FC.
Setelah gantung sepatu pada 2015, Nova memulai langkah barunya di dunia kepelatihan.
Ia sempat menangani Madiun Putra, Lampung Sakti, dan Bhayangkara FC U-20, sebelum dipercaya bergabung ke jajaran pelatih Shin Tae-yong di Timnas Indonesia.
Pengalaman lima tahun bersama pelatih asal Korea Selatan itu membentuk Nova sebagai pelatih muda berkarakter disiplin tinggi, berpola pikir modern, dan fokus pada pembinaan mental pemain.
Pada Februari 2024, Nova resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas U17 Indonesia, sekaligus menjadi pelatih lokal pertama yang membawa tim ini lolos ke Piala Dunia U17 melalui jalur kualifikasi.
Sebuah capaian yang membuatnya mendapat pujian langsung dari Shin Tae-yong, yang menyebut Nova sebagai “pelatih masa depan sepak bola Indonesia”.
Menjelang duel perdana melawan Zambia, Nova menegaskan pentingnya fokus dan ketenangan anak asuhnya.
“Kami bukan hanya ingin tampil, tapi juga berjuang dengan mental kuat. Pemain harus siap, baik secara teknis maupun mental,” ujar Nova dalam sesi latihan di Aspire Academy, Doha.
Nova dikenal menerapkan disiplin tinggi, termasuk membatasi penggunaan media sosial pemain selama pemusatan latihan.
Tujuannya jelas — menjaga fokus dan konsentrasi penuh di lapangan. Selain itu, ia juga menerapkan pendekatan pembinaan berkelanjutan melalui sistem seleksi dan pelatihan berlapis bagi pemain muda.
Di bawah bimbingan Nova, timnas U17 mengusung semangat bermain cerdas dan berani menekan lawan sejak awal.
Filosofinya sederhana: membangun kepercayaan diri pemain muda agar tidak minder menghadapi tim-tim besar dunia seperti Brasil dan Zambia.
Nova Arianto kini bukan lagi sekadar mantan pemain tangguh, melainkan simbol transisi generasi baru pelatih Indonesia yang berwawasan modern dan berorientasi pada pembinaan jangka panjang.
Laga melawan Zambia akan menjadi ujian pertama sekaligus batu loncatan bagi Nova untuk membuktikan bahwa Garuda Muda mampu terbang tinggi di pentas dunia. (*)
Editor : Ali Sodiqin