Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bursa MotoGP 2027, Pedro Acosta Jadi Incaran Tim Besar di Era Mesin 850cc

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 4 November 2025 | 18:55 WIB
Pedro Acosta bertekad menangi MotoGP 2025 bersama KTM.
Pedro Acosta bertekad menangi MotoGP 2025 bersama KTM.

RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap muda Red Bull KTM, Pedro Acosta, kembali menjadi sorotan di ajang MotoGP 2025.

Meski berstatus sebagai rookie, performanya yang agresif dan konsisten membuat banyak pihak menilai ia sebagai salah satu calon bintang besar masa depan.

Acosta menjalani musim pertamanya di kelas utama dengan penuh tantangan.

Setelah beberapa seri awal mengalami kesulitan menembus tiga besar, akhirnya ia berhasil mencatat podium pertamanya di Republik Ceko, menempati posisi ketiga.

Sejak itu, penampilan Acosta mulai stabil dengan beberapa podium tambahan di posisi kedua dan ketiga.

Namun, kemenangan perdana masih belum dapat diraih.

Pada seri terakhir di MotoGP Malaysia, Acosta harus puas finis di posisi kedua setelah kalah cepat dari Alex Marquez.

Ia mengakui, performa agresif Alex menjadi faktor penentu hasil balapan.

“Alex sangat agresif sejak awal. Saya kekurangan kecepatan di beberapa lap pertama, tetapi kemudian mulai cepat dan menjaga ban agar tidak aus,” ujar Acosta.

Meski belum meraih kemenangan, Acosta menegaskan bahwa ia tidak akan menyerah.

Pembalap asal Spanyol itu bertekad memberikan segalanya untuk menapaki podium tertinggi sebelum musim berakhir.

“Saya memberikan segalanya untuk mencapai tujuan saya, memenangkan gelar MotoGP. Saya tidak datang ke sini untuk berteman, karena teman sejati saya ada di luar lintasan,” tegasnya.

Selain fokus di musim ini, Acosta juga menyoroti bursa pebalap 2027, yang disebutnya akan menjadi “lotre” besar.

Pada tahun tersebut, regulasi MotoGP akan berubah signifikan, mesin akan dikurangi menjadi 850cc, dan Pirelli akan menjadi pemasok ban tunggal menggantikan Michelin.

Seluruh kontrak pembalap pabrikan pun akan berakhir di 2026, menjadikan bursa transfer semakin panas dan tak terprediksi.

“Sulit memprediksi siapa yang akan kuat di 2027. Semua tim akan mulai dari nol. Keputusan pindah tim akan seperti main lotre,” ujar Acosta.

Performa gemilang Acosta membuat sejumlah tim besar mulai meliriknya. VR46 Ducati dan Honda disebut sebagai dua tim yang tertarik mendatangkannya.

Uccio Salucci, Direktur Tim VR46, bahkan secara terbuka mengakui keinginannya untuk merekrut sang pembalap muda.

“Kami tentu ingin merekrutnya. Semua tim besar menginginkan pembalap seperti Acosta,” kata Uccio.

Namun, ia menegaskan bahwa perekrutan akan dilakukan dengan perhitungan matang karena tim masih memiliki target di musim 2025 dan 2026.

Meski masih muda, Acosta telah menunjukkan kedewasaan dalam bersikap dan membaca jalannya balapan.

Ia memahami pentingnya konsistensi dan kerja sama tim dalam mencapai hasil terbaik.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#ktm #Pedro Acosta #motogp