RADARBANYUWANGI.ID - Musim MotoGP 2025 menghadirkan banyak kisah menarik, namun satu nama mencuri perhatian dunia balap, yakni Fermin Aldeguer.
Rider muda asal Spanyol ini tampil impresif bersama BK8 Gresini Racing, hingga resmi menyabet gelar Rookie of The Year (ROTY) dalam Seri Malaysia.
Pencapaian Aldeguer bukan kebetulan.
Sepanjang musim, ia berhasil mengumpulkan tiga podium Sprint Race dan tiga podium Grand Prix, termasuk kemenangan sensasional di Mandalika, Indonesia.
Catatan ini menempatkannya di atas para rookie lain seperti Ai Ogura (Trackhouse Racing) dan Somkiat Chantra (LCR Honda).
Keberhasilan Aldeguer tak hanya menuai pujian dari para penggemar, tetapi juga dari kalangan internal Ducati.
Gigi Dall’Igna, General Manager Ducati Corse, menyebut Aldeguer sebagai masa depan Ducati, dan berharap rider berusia 20 tahun itu kelak mampu merebut gelar juara dunia.
Ekspektasi tersebut tentu bukan tanpa alasan.
Aldeguer menunjukkan kematangan di atas usia mudanya, tampil konsisten, dan berani menantang para pembalap papan atas.
Performanya di sirkuit-sirkuit teknis seperti Mandalika dan Sepang menjadi bukti bahwa ia memiliki potensi besar untuk menapaki karier gemilang di kelas premier.
Sejak MotoGP resmi menggantikan GP500 pada tahun 2002, hanya lima rider peraih gelar Rookie of The Year yang kemudian sukses menjadi juara dunia MotoGP.
Siapa saja mereka?
1. Nicky Hayden (2003)
Debut bersama Repsol Honda, Hayden mengakhiri musim pertamanya di posisi kelima dan menjadi ROTY.
Tiga tahun kemudian, ia menorehkan sejarah dengan merebut gelar dunia MotoGP 2006, mematahkan dominasi Valentino Rossi.
2. Jorge Lorenzo (2008)
Setelah menjuarai GP250 dua musim berturut-turut, Lorenzo bergabung dengan Fiat Yamaha dan langsung tampil kuat sebagai rookie.
Ia meraih gelar dunia pertamanya pada 2010, lalu menambah dua trofi lagi pada 2012 dan 2015.
3. Marc Marquez (2013)
Menjadi rookie paling fenomenal, Marquez langsung menjuarai MotoGP pada musim debutnya, prestasi yang belum terulang hingga kini.
Dengan tujuh gelar dunia di kelas premier, ia masih menjadi ikon era modern MotoGP.
4. Fabio Quartararo (2019)
Bersinar bersama Petronas Yamaha SRT, Quartararo dinobatkan sebagai ROTY 2019.
Dua tahun kemudian, ia berhasil membawa Monster Energy Yamaha menjadi juara dunia setelah menunggu lama tanpa gelar.
5. Jorge Martin (2021)
Rider asal Spanyol ini tampil impresif bersama Pramac Racing, menjadi ROTY di musim pertamanya.
Setelah sempat gagal merebut gelar pada 2023, Martin akhirnya jadi juara dunia 2024, sebelum pindah ke Aprilia Racing.
Melihat deretan nama besar di atas, wajar bila penggemar menaruh harapan besar pada Fermin Aldeguer.
Ia memiliki gaya balap khas Spanyol, didukung oleh tim kompetitif, serta mental juara yang mulai terbentuk sejak dini.
Jika konsistensinya terus terjaga, Aldeguer berpotensi menjadi rider keenam dalam sejarah MotoGP modern yang mampu mengikuti jejak para legenda, seperti Hayden, Lorenzo, Marquez, Quartararo, dan Martin.
Editor : Lugas Rumpakaadi