RADARBANYUWANGI.ID - Musim Formula 1 (F1) 2025 menghadirkan salah satu pertarungan gelar paling menegangkan dalam satu dekade terakhir.
Persaingan antara Lando Norris, Oscar Piastri, dan Max Verstappen memukau publik sejak seri pembuka hingga Grand Prix Meksiko, di mana setiap lap mampu mengubah arah perburuan gelar dunia.
Kemenangan Lando Norris di Meksiko menjadi titik balik penting musim ini.
Pembalap asal Inggris tersebut kini memimpin klasemen sementara dengan 357 poin, hanya satu angka di atas rekan setimnya, Oscar Piastri, dan unggul 36 poin dari Verstappen.
Meskipun McLaren telah mengunci gelar konstruktor, sorotan justru tertuju pada rivalitas internal kedua pembalap muda itu.
Hubungan di dalam tim sempat menegang karena dugaan keberpihakan terhadap Norris, namun McLaren menegaskan kedua mobil mendapat perlakuan teknis yang setara.
Meski posisinya di klasemen menurun, Oscar Piastri tetap menjadi penantang serius dalam perebutan gelar juara dunia.
Pembalap Australia ini dikenal memiliki gaya balap agresif namun efisien dalam menjaga performa ban di lintasan berkecepatan tinggi.
Untuk menjaga asa, Piastri perlu tampil konsisten di empat seri tersisa, terutama pada balapan sprint di Brasil dan Qatar yang menawarkan peluang poin tambahan.
Setelah tertinggal lebih dari seratus poin pada pertengahan musim, Max Verstappen menunjukkan kebangkitan luar biasa.
Berkat peningkatan performa RB21 usai pembaruan di GP Italia, sang juara bertahan berhasil memangkas jarak menjadi hanya 36 poin dari puncak.
Meski peluang mempertahankan gelar cukup berat, Verstappen menegaskan tekadnya untuk menyapu bersih empat balapan terakhir, sambil berharap kedua pembalap McLaren kehilangan poin berharga.
Musim 2025 masih menyisakan empat seri penting, Brasil, Las Vegas, Qatar, dan Abu Dhabi.
Total 116 poin masih bisa diperebutkan, dan setiap sirkuit memiliki karakter unik yang dapat menguntungkan pembalap berbeda:
- GP Brasil: Verstappen diunggulkan jika kondisi lintasan basah.
- GP Las Vegas: Red Bull berpeluang besar dengan keunggulan aerodinamisnya.
- GP Qatar: Medan tempur ideal bagi McLaren berkat karakter tikungan cepat.
- GP Abu Dhabi: Bisa menjadi seri penentuan, di mana Norris memiliki catatan manis sebagai pemenang tahun lalu.
Keunggulan tipis Norris menjadikannya favorit, namun tekanan dari Piastri dan Verstappen menjamin pertarungan tidak akan mudah.
Cuaca, strategi, hingga keberuntungan akan memainkan peran besar dalam menentukan hasil akhir.
Situasi ini mengingatkan penggemar pada rivalitas legendaris Lewis Hamilton vs Nico Rosberg pada 2016, sebuah duel internal yang diwarnai ketegangan, strategi, dan emosi tinggi.
Editor : Lugas Rumpakaadi