RADARBANYUWANGI.ID - Alex Marquez menutup musim MotoGP 2025 dengan pencapaian gemilang.
Pembalap Gresini Ducati itu resmi mengamankan posisi runner-up dunia setelah tampil impresif di MotoGP Malaysia 2025, yang berlangsung pada 24–26 Oktober di Sirkuit Sepang.
Keberhasilan ini tak lepas dari nasihat berharga sang kakak, Marc Marquez, yang lebih dulu memastikan gelar juara dunia di seri sebelumnya di Jepang.
Alex mengakui, pesan sederhana dari Marc menjadi kunci ketenangannya dalam menghadapi tekanan besar menjelang akhir musim.
“Dia (Marc) berkata kepada saya di Jepang, ‘Penggemar memberimu banyak tekanan. Kalau kamu finis ketiga, aku juga pernah ketiga. Kamu sudah menjalani musim yang bagus, jadi nikmati saja,’” ungkap Alex kepada Crash, Minggu, 2 November 2025.
Nasihat tersebut membuat Alex mampu menikmati setiap balapan tanpa terbebani ekspektasi.
Hasilnya terlihat jelas di Malaysia, finis kedua pada sprint race dan juara di balapan utama.
Kemenangan itu memastikan posisinya sebagai runner-up dunia, mengungguli Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) dan Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) yang sempat menjadi pesaing ketatnya.
Pencapaian Marc dan Alex Marquez menciptakan sejarah baru MotoGP.
Untuk pertama kalinya, dua bersaudara finis di posisi pertama dan kedua klasemen akhir kejuaraan dunia.
Keberhasilan ini sekaligus memperkuat dominasi Ducati di musim 2025, dengan kedua pembalap asal Spanyol itu tampil luar biasa sepanjang tahun.
Alex menyebut momen ini sebagai “pesta impian keluarga Marquez”.
Ia mengaku berencana menggelar perayaan besar bersama Marc setelah keduanya menuntaskan musim terbaik dalam karier mereka.
“Saya bilang ke Marc lewat video call, ‘Kita sekarang di pesta bucket list kita’. Di Jepang, saya masih punya misi, tapi sekarang kita bisa merayakan bersama,” ujar Alex dengan nada penuh sukacita.
Sementara itu, Marc Marquez menunjukkan dominasi luar biasa sepanjang musim 2025 bersama Ducati Lenovo.
Gelar juara dunia ketujuhnya di kelas premier menjadi bukti ketangguhan sang “Baby Alien”.
Dari 17 seri yang diikutinya, Marc nyaris selalu naik podium dan hanya beberapa kali gagal menang.
Alex pun tak segan mengakui kehebatan sang kakak.
Menurutnya, Marc merupakan pembalap yang sangat komplet, gabungan antara teknik, strategi, dan mental juara.
“Dengan motor yang tepat, Marc sangat sulit dikalahkan. Kamu bisa mengalahkannya sesekali, tapi untuk lebih baik darinya secara keseluruhan sangat sulit,” tutur Alex.
Editor : Lugas Rumpakaadi