RADARBANYUWANGI.ID - Menjelang dua seri terakhir MotoGP 2025, Ducati tengah memusatkan seluruh perhatiannya pada Francesco “Pecco” Bagnaia.
Pembalap asal Italia itu menjadi satu-satunya tumpuan utama tim Lenovo Ducati setelah Marc Marquez dipastikan absen hingga akhir musim akibat cedera di MotoGP Mandalika.
Seri ke-21, MotoGP Portugal 2025, dijadwalkan berlangsung pada 7–9 November mendatang.
Momen ini menjadi sangat penting bagi Ducati untuk menutup musim dengan hasil positif setelah periode sulit yang sempat dialami Bagnaia pada seri Indonesia dan Australia, di mana ia gagal meraih poin sama sekali.
Namun, titik balik datang di MotoGP Malaysia.
Di Sirkuit Sepang, Bagnaia berhasil merebut podium pertama pada sesi sprint race, meski gagal finis di balapan utama.
Hasil ini memberikan dorongan moral besar bagi tim dan membuka harapan baru jelang seri Portugal.
General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, menegaskan bahwa tim masih berupaya keras menemukan setelan terbaik agar Bagnaia bisa kembali kompetitif.
“Kalau kami bisa mendapatkan setelan yang ideal, Pecco akan kembali di depan lagi. Kalau tidak, keadaan bisa menjadi rumit,” ujar Dall’Igna, dikutip dari Motosan.
Ia menambahkan bahwa meskipun musim ini tidak berjalan sempurna, semangat tim tetap tinggi.
Ducati disebut akan terus bekerja keras hingga akhir musim untuk mengembalikan dominasi mereka di lintasan.
Musim 2025 menjadi tahun penuh tantangan bagi Ducati.
Motor GP25 yang digunakan Bagnaia dinilai belum memberikan kenyamanan yang sama seperti GP24, motor yang justru membawa Alex Marquez dari Gresini Racing ke performa puncak.
Menurut Dall’Igna, karakteristik GP25 memiliki rentang pengaturan yang lebih sempit.
Hal ini membuat Bagnaia sulit memaksimalkan gaya balap khasnya, terutama dalam pengereman dan masuk tikungan.
“Jarak kenyamanan Pecco lebih sempit dari milik Marc Marquez. Itu membuatnya kehilangan rasa percaya diri pada motornya,” ungkapnya.
Terbatasnya waktu pengujian juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim teknik Ducati untuk menemukan solusi ideal menjelang dua seri terakhir musim ini.
Pengamat MotoGP, Ricard Jove, turut memberikan pandangan mengenai masa depan Ducati.
Ia menilai Marc Marquez merupakan kekuatan besar bagi tim, dan kehilangan sang juara dunia akan menjadi pukulan berat.
Meski begitu, Jove menyebutkan beberapa nama yang berpotensi menggantikan Marquez jika sang pembalap memutuskan pensiun pada akhir 2026.
“Alex Marquez adalah kandidat yang jelas. Selain itu, Fermin Aldeguer juga menunjukkan potensi besar,” kata Jove.
Aldeguer sendiri mencatat prestasi gemilang musim ini sebagai Rookie of the Year, sekaligus memperkuat Gresini Racing meraih gelar tim independen terbaik.
Usai hasil positif di Malaysia, Ducati kini menatap dua seri terakhir di Portugal (7–9 November) dan Valencia (14–16 November) dengan rasa percaya diri tinggi.
Dall’Igna menilai akhir pekan di Sepang menjadi pembuktian bahwa timnya masih memiliki kekuatan besar untuk bersaing di papan atas.
“Akhir pekan di Malaysia adalah salah satu yang paling positif tahun ini. Kami berhasil membalikkan keadaan yang sulit dan menunjukkan kemajuan nyata,” ujarnya.
Ducati berharap momentum ini berlanjut di Portugal, di mana Bagnaia diharapkan dapat tampil stabil dan menutup musim 2025 dengan catatan membanggakan.
Editor : Lugas Rumpakaadi