Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Perdebatan GOAT MotoGP: Marc Marquez Marquez, Valentino Rossi, atau Giacomo Agostini?

Lugas Rumpakaadi • Senin, 3 November 2025 | 16:55 WIB
Jorge Lorenzo tantang Marc Marquez buktikan status GOAT MotoGP.
Jorge Lorenzo tantang Marc Marquez buktikan status GOAT MotoGP.

RADARBANYUWANGI.ID - Perdebatan mengenai siapa pembalap terbaik sepanjang masa (GOAT) di ajang MotoGP terus menjadi topik hangat di kalangan penggemar dan analis balap.

Dua nama yang kerap disebut dalam perdebatan tersebut adalah Marc Marquez dan Valentino Rossi, dua legenda yang masing-masing telah mengoleksi tujuh gelar juara dunia di kelas premier.

Namun, mantan juara dunia tiga kali, Jorge Lorenzo, memiliki pandangan tersendiri mengenai siapa yang pantas menyandang status tersebut.

Menurutnya, Marc Marquez akan menjadi GOAT sejati jika mampu merebut gelar juara dunia bersama tiga pabrikan berbeda.

Musim 2025 menjadi tahun bersejarah bagi Marc Marquez.

Pembalap berjuluk The Baby Alien itu berhasil mengunci gelar juara dunia MotoGP bersama Ducati, menambah koleksi trofi dunianya menjadi tujuh di kelas utama sejak debut pada 2013.

Pencapaian ini membuatnya sejajar dengan Valentino Rossi, serta semakin mendekati rekor Giacomo Agostini yang masih memegang delapan gelar di kelas premier dan total lima belas di seluruh kategori.

Dengan enam gelar bersama Honda dan satu bersama Ducati, Marquez telah membuktikan kemampuan adaptasi dan konsistensi yang luar biasa.

Namun, bagi Jorge Lorenzo, perjuangan Marquez belum selesai.

Dalam wawancaranya dengan media Spanyol Motosan, Minggu, 2 November 2025, Jorge Lorenzo memuji keberhasilan Marquez meraih gelar bersama Ducati, tetapi ia menantang kompatriotnya itu untuk melangkah lebih jauh.

“Tanpa ragu, memenangkan kejuaraan lain sekarang dengan Ducati adalah tonggak sejarah yang memperkuat posisinya di antara tiga pembalap terbaik dalam sejarah, jika bukan yang terbaik,” ujar Lorenzo.

Namun, Lorenzo menegaskan bahwa gelar bersama pabrikan ketiga, seperti KTM, Aprilia, atau Yamaha, akan menjadi bukti tak terbantahkan atas status Marquez sebagai pembalap terbaik sepanjang masa.

“Jika ia menang dengan pabrikan ketiga, tidak akan ada lagi keraguan. Mereka yang meragukan apakah dia yang terbaik dalam sejarah tidak akan memiliki alasan untuk memperdebatkannya,” tambahnya.

Nama Giacomo Agostini masih menjadi tolok ukur dengan rekor gelar terbanyak, sementara Valentino Rossi dikenal karena karismanya dan pengaruh besar terhadap perkembangan MotoGP modern.

Marc Marquez, di sisi lain, mewakili generasi baru, pembalap dengan gaya agresif, kecepatan luar biasa, serta kemampuan beradaptasi terhadap berbagai era teknologi motor.

Lorenzo menilai bahwa jika Marquez mampu menaklukkan tiga pabrikan berbeda, hal tersebut akan menjadi pencapaian yang belum pernah dicapai pembalap mana pun di era modern.

“Dalam hal bakat dan kecepatan, bagi saya, Marc Marquez adalah pembalap terkuat dan tercepat dalam sejarah,” tegas Lorenzo.

Kontrak Marc Marquez bersama Ducati masih berlaku hingga 2026.

Meski Ducati berupaya mempertahankannya hingga pensiun, rumor mengenai kemungkinan comeback ke Honda atau bergabung dengan pabrikan lain terus berembus.

Jika tantangan Lorenzo benar-benar diambil, Marquez berpeluang menulis babak baru dalam sejarah MotoGP.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#marc marquez #jorge lorenzo #GOAT #motogp