Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Rahasia Sukses Lando Norris: Menonaktifkan Delta, Raih Puncak Klasemen F1

Lugas Rumpakaadi • Minggu, 2 November 2025 | 23:55 WIB
Lando Norris ungkap rahasia di balik dominasinya di F1 2025.
Lando Norris ungkap rahasia di balik dominasinya di F1 2025.

RADARBANYUWANGI.ID - Lando Norris kembali menjadi sorotan ajang Formula 1 (F1) setelah tampil dominan di Grand Prix Mexico City 2025.

Pembalap asal Inggris itu tidak hanya meraih kemenangan gemilang, tetapi juga merebut kembali posisi puncak klasemen dunia dari rekan setimnya, Oscar Piastri, dengan selisih satu poin menjelang empat balapan terakhir musim ini.

Namun, di balik performa luar biasa tersebut, tersimpan perubahan unik yang dilakukan Norris sejak awal musim, sebuah keputusan sederhana yang ternyata berperan besar dalam transformasi performanya.

Dalam wawancaranya setelah balapan, Norris mengungkapkan bahwa ia telah menonaktifkan tampilan delta waktu di setir mobilnya sejak Grand Prix Monaco.

Biasanya, para pembalap mengandalkan tampilan data tersebut untuk mengetahui apakah mereka lebih cepat atau lambat dibandingkan putaran sebelumnya.

Namun, Norris memilih untuk tidak menampilkan informasi itu agar dapat fokus sepenuhnya pada sensasi mengemudi.

“Saya tidak menggunakannya lagi sejak Monaco. Saya rasa tanpa delta, saya bisa terus memacu mobil tanpa terganggu oleh waktu putaran,” ujar Norris.

Keputusan ini terbukti efektif.

Dengan fokus hanya pada setiap tikungan, bukan pada angka di layar, Norris merasa lebih bebas dan agresif di lintasan.

Ia pun mampu memaksimalkan potensi mobil McLaren di berbagai sirkuit.

Sejak tersingkir di Grand Prix Belanda, performa Norris meningkat drastis.

Dalam lima balapan berikutnya, ia berhasil mengumpulkan 35 poin lebih banyak dari Piastri.

Meski sempat muncul spekulasi bahwa McLaren lebih mengutamakan Norris dalam perebutan gelar, tim dan para pakar menepis rumor tersebut.

Peningkatan performa Norris diyakini berasal dari kepercayaan diri dan kenyamanan yang ia temukan kembali pada mobil MCL39.

Di awal musim, Norris mengaku sulit beradaptasi dengan karakteristik mobil.

Meskipun McLaren telah menghentikan pengembangan mobil 2025 sejak September, Norris menemukan ritme terbaiknya setelah pembaruan pada sistem suspensi dan lantai mobil beberapa bulan sebelumnya.

Suspensi depan baru yang diperkenalkan di Grand Prix Kanada menjadi titik balik penting.

Norris memilih untuk menggunakannya lebih awal dibandingkan Piastri, dan hasilnya langsung terasa dalam peningkatan stabilitas serta kontrol mobil di tikungan cepat.

Kebangkitan Norris juga dipicu oleh sesi debriefing mendalam dengan para teknisi McLaren setelah Grand Prix Singapura.

Dalam diskusi tersebut, Norris mengungkapkan kekurangan mobil yang menurutnya menghambat potensi kemenangan.

“Saya katakan kepada tim, ini mobil yang tidak memberikan apa yang saya butuhkan. Jika kami tidak memperbaikinya, kami tidak akan menang lebih banyak,” ungkapnya kepada Sky Sports F1.

Hasil dari diskusi itu langsung terlihat di Mexico City.

Norris mengaku mendapatkan “rasa” mobil yang lebih cocok dengan gaya mengemudinya, yang membantunya mendominasi balapan dengan selisih hampir 30 detik.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#formula 1 #lando norris #mclaren #f1