Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sidang Felipe Massa di London, Akankah Sejarah F1 Ditulis Ulang?

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 1 November 2025 | 20:55 WIB
Felipe Massa gugat FIA dan FOM demi pengakuan juara F1 2008 akibat insiden Crashgate.
Felipe Massa gugat FIA dan FOM demi pengakuan juara F1 2008 akibat insiden Crashgate.

RADARBANYUWANGI.ID - Persidangan di Pengadilan Tinggi London minggu ini kembali membuka salah satu bab paling kontroversial dalam sejarah Formula 1 (F1).

Felipe Massa, mantan pembalap Ferrari asal Brasil, mengajukan gugatan terhadap FIA (Federation Internationale de l’Automobile) dan Formula One Management (FOM).

Massa menuntut pengakuan sebagai juara dunia F1 2008 serta ganti rugi sebesar 82 juta euro atau sekitar Rp1,5 triliun.

Dasar gugatan ini berawal dari Grand Prix Singapura 2008, yang dikenal dengan istilah Crashgate.

Dalam insiden tersebut, Nelson Piquet Jr. dengan sengaja menabrakkan mobilnya untuk memunculkan safety car.

Kejadian itu secara signifikan memengaruhi jalannya balapan, termasuk nasib Massa yang kehilangan peluang besar untuk meraih poin penting dalam perebutan gelar juara.

Tim hukum Massa yang dipimpin Nick di Marco KC menilai bahwa FIA dan FOM gagal menjaga integritas kompetisi.

Mereka berpendapat bahwa dokumen dan laporan yang diajukan pihak tergugat tidak membuktikan bahwa klaim Massa tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

“Felipe Massa memiliki prospek nyata untuk berhasil dalam klaim ini,” ujar Di Marco.

Massa menegaskan bahwa tujuannya bukan untuk merebut gelar dari Lewis Hamilton, tetapi untuk mendapatkan pengakuan bersama sebagai juara dunia 2008, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Formula 1.

FIA yang diwakili oleh John Mehrzad KC menilai klaim Massa terlalu ambisius dan berputar-putar.

Ia menekankan bahwa Massa turut berkontribusi pada kekalahannya akibat serangkaian kesalahan pribadi dan tim Ferrari sepanjang musim.

Senada dengan itu, pengacara Bernie Ecclestone menyebut langkah Massa sebagai “upaya keliru untuk membuka kembali hasil 2008.”

Menurutnya, gugatan ini berpotensi menciptakan preseden berbahaya dan merusak legitimasi gelar bersejarah Lewis Hamilton.

Pihak pembela juga menggarisbawahi bahwa banyak kesalahan Massa terjadi di luar insiden Singapura, seperti melintir di Malaysia dan Inggris, serta masalah pit stop yang merugikan dirinya sendiri.

Poin utama yang diajukan Massa adalah kesalahan prosedural Ferrari selama periode safety car di GP Singapura.

Saat itu, selang bahan bakar mobil Massa tersangkut, membuatnya kehilangan banyak posisi.

Tim hukumnya berpendapat bahwa, bahkan jika hasil lomba Singapura disesuaikan, dampak terhadap klasemen akhir bisa signifikan.

Namun pihak FIA berpendapat sebaliknya, menyatakan bahwa hasil akhir musim tidak dapat dikaitkan langsung dengan Crashgate.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#felipe massa #formula 1 #fia #London #foma-foma'a #f1