Kekalahan 0-3 dari Crystal Palace di Anfield pada Rabu malam menjadi kekalahan keenam dari tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi bagi juara bertahan Premier League tersebut.
Hasil ini juga memperpanjang rekor buruk The Reds yang sudah dua kali dikalahkan Palace musim ini di ajang Community Shield dan Premier League sebelum kembali dipermalukan lewat dua gol Ismaila Sarr dan satu gol Yeremy Pino.
Slot Rotasi Skuad Besar-besaran, Tim Muda Tampil di Anfield
Baca Juga: Tutup Oktober! Harga Emas Antam Melonjak Tajam! Tembus Rp 2,3 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya!
Berbeda dari Palace yang tampil dengan skuad kompetitif di bawah asuhan Oliver Glasner, Slot memilih melakukan rotasi besar-besaran. Ia menurunkan sejumlah pemain muda seperti Freddie Woodman, Calvin Ramsay, Trey Nyoni, dan Kieran Morrison sejak awal pertandingan.
Meski sempat tampil menjanjikan di babak pertama, performa tim muda Liverpool menurun drastis seiring berjalannya waktu. Keputusan Slot dianggap banyak pihak sebagai bentuk pengorbanan di EFL Cup demi fokus memulihkan performa Liverpool di Premier League dan Liga Champions.
Slot bahkan tidak memasukkan satu pun pemain senior di bangku cadangan. Keputusan ini sebagian besar dipengaruhi oleh badai cedera yang melanda tim.
Enam pemain utama, yakni Giovanni Leoni, Alisson Becker, Jeremie Frimpong, Alexander Isak, Ryan Gravenberch, dan Curtis Jones, absen karena cedera.
Kabar Gembira: Gravenberch Berpeluang Comeback
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Slot mengonfirmasi bahwa kondisi Gravenberch mulai membaik setelah mengalami cedera pergelangan kaki dalam kekalahan 1-2 melawan Manchester United dua pekan lalu.
“Saya pikir Ryan memiliki peluang yang cukup baik untuk tampil,” ujar Slot. “Untuk pemain lain, kami akan lihat perkembangan besok dan Jumat. Tapi dari semuanya, Ryan memiliki peluang terbaik untuk kembali lebih dulu.”
Absennya Gravenberch sangat terasa dalam tiga laga terakhir, di mana lini tengah Liverpool terlihat kehilangan kreativitas. Duet Trey Nyoni dan Alexis Mac Allister gagal mengontrol permainan, membuat tim kesulitan menembus pertahanan lawan.
Drama Kartu Merah Amara Nallo dan Rekor Buruk 91 Tahun
Kekalahan dari Palace juga diwarnai insiden tak menyenangkan. Bek muda Amara Nallo, yang masuk sebagai pemain pengganti, kembali diganjar kartu merah menjadikannya dua kali diusir wasit dalam dua laga pertamanya bersama tim utama, setelah debut tragisnya kontra PSV Eindhoven di Liga Champions musim lalu.
Slot juga memberikan kesempatan tampil kepada Wellity Lucky, Kaide Gordon, dan Trent Kone-Doherty di babak kedua. Namun, tidak ada perubahan signifikan terhadap hasil akhir.
Uniknya, Slot menegaskan tidak menyesali keputusannya memainkan skuad muda.
“Saya melakukan hal yang sama seperti musim lalu pada babak kompetisi ini,” tegasnya.
“Kami hanya memiliki sekitar 15 hingga 16 pemain utama yang fit. Klub ini juga memiliki tradisi memberi kesempatan kepada pemain akademi di turnamen seperti ini. Dengan jadwal padat di Premier League dan Liga Champions, keputusan itu menurut saya sudah tepat.”
Kekalahan ini juga mencatat sejarah kelam bagi Liverpool. Untuk pertama kalinya dalam 91 tahun, The Reds kalah di laga kandang ajang piala dengan selisih tiga gol tanpa mencetak satu pun.
Terakhir kali hal itu terjadi adalah pada Februari 1934, ketika mereka takluk 0-3 dari Bolton Wanderers di Piala FA di Anfield.
Meskipun kekalahan dari Crystal Palace memperpanjang tren negatif Liverpool, kabar pulihnya Ryan Gravenberch menjadi sedikit harapan bagi Arne Slot jelang duel penting kontra Aston Villa.
Dengan krisis pemain yang belum berakhir, fokus Liverpool kini tertuju pada bangkitnya performa di Premier League dan Liga Champions, dua ajang yang masih bisa menyelamatkan musim mereka. (*)
Editor : Niklaas Andries