RADARBANYUWANGI.ID - Finis di posisi ke-11 biasanya bukan hasil yang mengesankan bagi pembalap tim papan atas.
Namun, situasi berbeda dialami oleh Yuki Tsunoda, setelah Laurent Mekies, prinsipal tim Red Bull, menyatakan kepuasannya terhadap performa pembalap asal Jepang tersebut dalam Formula 1 Grand Prix Meksiko.
Selama musim ini, Tsunoda kerap kesulitan menandingi dominasi rekan setimnya, Max Verstappen, yang telah menjadi juara dunia F1 empat kali.
Dalam duel kualifikasi, Tsunoda kalah 21-0 dan baru mengumpulkan 25 poin dari 18 seri.
Sebagai perbandingan, Verstappen telah mengantongi 285 poin.
Namun, di Autodromo Hermanos Rodríguez, Tsunoda menunjukkan peningkatan signifikan.
Ia gagal mencapai Q3 untuk ke-15 kalinya musim ini, tetapi jarak waktunya dengan Verstappen di Q2 hanyalah 0,211 detik, selisih terkecil kedua sepanjang musim.
Di awal balapan, Tsunoda berhasil naik dari posisi ke-10 ke posisi kedelapan, sebelum strategi pitstop yang terlambat membuatnya kehilangan peluang meraih poin.
Ia kehilangan waktu sekitar sembilan detik akibat pergantian ban yang lambat, dan akhirnya finis 3,6 detik di belakang Esteban Ocon, yang menempati posisi kesembilan.
Dalam wawancara pasca-balapan, Tsunoda mengaku frustrasi dengan hasil tersebut.
Ia menyebut pitstop yang lambat sebagai faktor utama kegagalannya meraih poin, namun tetap menegaskan bahwa ia telah memaksimalkan performanya di lintasan.
“Sangat membuat frustrasi, tapi saya sudah melakukan semua yang bisa saya kendalikan,” ujar Tsunoda kepada Sky Sports F1.
Mekies pun memberikan pembelaan terhadap anak didiknya.
Ia menilai bahwa kecepatan Tsunoda, terutama di stint pertama, sangat kompetitif dan hanya terpaut dua hingga tiga persepuluh detik dari Verstappen.
“Yuki menunjukkan langkah maju yang nyata. Kami puas dengan progresnya,” kata Mekies.
Red Bull diketahui masih menunda pengumuman susunan pembalap untuk musim mendatang.
Salah satu alasannya adalah sulitnya mencari pembalap yang mampu mendekati performa Verstappen dalam beberapa tahun terakhir.
Nama-nama seperti Pierre Gasly, Alex Albon, Sergio Perez, Liam Lawson, dan Tsunoda sendiri belum mampu menandingi sang juara dunia.
Sementara itu, Isack Hadjar menjadi kandidat kuat untuk promosi berkat performa impresifnya di tim junior Racing Bulls.
Selain itu, Arvid Lindblad, pembalap muda Red Bull yang kini berlaga di Formula 2, juga menarik perhatian setelah tampil meyakinkan pada sesi latihan bebas pertama di Meksiko dengan unggul tujuh persepuluh detik dari rookie lainnya dan bahkan mengalahkan Tsunoda.
Mekies memuji ketenangan dan kedewasaan Lindblad, menyebut bahwa sang pembalap muda menunjukkan potensi besar untuk masa depan.
Mekies menegaskan bahwa Red Bull tidak ingin terburu-buru dalam menentukan masa depan para pembalapnya.
Tim ingin memberi kesempatan kepada semua kandidat untuk menunjukkan kemampuan terbaik di lintasan.
“Kami memahami banyak pihak ingin kami segera memutuskan, tapi kami akan mengambil waktu yang diperlukan. Setiap pembalap berhak mendapat kesempatan yang adil,” ujar Mekies menutup pernyataannya.
Editor : Lugas Rumpakaadi