Namun, tuan rumah yang baru promosi ini bukan lawan mudah. Di bawah asuhan Fabio Grosso, Sassuolo tengah dalam tren positif dengan torehan poin berharga dalam beberapa laga terakhir.
Situasi dan Performa Terbaru
Roma mengalami periode sulit di Eropa. Setelah kekalahan aneh dari Lille di mana tiga penalti mereka gagal berbuah gol tim asuhan Gian Piero Gasperini kembali terpeleset di Liga Europa saat menjamu Viktoria Plzen.
Dua gol cepat tim tamu di babak pertama hanya mampu dibalas lewat penalti Paulo Dybala, membuat Roma kalah 1–2 di kandang sendiri. Gasperini pun tak kuasa menahan kekecewaan dan mengkritik lini depan timnya yang dinilai kurang tajam.
Kekalahan tersebut datang hanya beberapa hari setelah mereka tumbang 0–1 dari Inter Milan di Serie A, hasil yang membuat Roma turun ke posisi kelima klasemen sementara.
Krisis gol kini menjadi perhatian utama Roma, namun secara defensif mereka tetap tangguh. Sepanjang musim 2025, Giallorossi mencatat empat clean sheet dari tujuh laga Serie A, hanya kebobolan tiga kali dan belum pernah dari situasi bola mati.
Lebih impresif lagi, dalam catatan kalender tahun 2025, Roma menjadi tim dengan perolehan poin tandang terbanyak di antara lima liga top Eropa dengan 10 kemenangan dari 13 laga tandang.
Secara historis, Roma juga unggul atas Sassuolo di Reggio Emilia dengan enam kemenangan dari 11 pertemuan, hanya gagal mencetak gol sekali. Namun, catatan positif itu bisa sirna jika mereka kembali tumbang untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Performa dan Kebangkitan Sassuolo
Sassuolo sejauh ini baru meraih dua kemenangan dari 22 pertemuan di Serie A melawan Roma, tetapi mereka sering menyulitkan tim-tim besar seperti Milan dan Juventus.
Menjelang laga ini, tim berjuluk Neroverdi sedang dalam kondisi baik dengan tujuh poin dari tiga laga terakhir, menempatkan mereka di papan tengah klasemen.
Hasil imbang tanpa gol kontra Lecce pekan lalu menjadi clean sheet kedua berturut-turut bagi Sassuolo, catatan yang menunjukkan pertahanan mereka semakin kokoh. Sejak terakhir kali kebobolan di bulan September, pasukan Grosso tampil solid di lini belakang.
Setelah sukses menjuarai Serie B musim lalu, Sassuolo terbukti mampu beradaptasi dengan kerasnya kompetisi Serie A.
Meski Domenico Berardi sempat terganggu cedera, dua penyerang lain, Armand Laurienté dan Andrea Pinamonti, mulai menemukan performa terbaiknya. Ketiganya akan menjadi ancaman nyata bagi pertahanan kokoh Roma.
Performa Terkini Kedua Tim
Baca Juga: BRI Beri Apresiasi Desa BRILiaN 2024, Nagari Lawang Bukittinggi Raih Penghargaan Nasional!
Sassuolo (Serie A): Kalah-Menang-Kalah-Menang-Menang-Seri
Sassuolo (Semua Kompetisi): Menang-Kalah-Kalah-Menang-Menang-Seri
AS Roma (Serie A): Menang-Kalah-Menang-Menang-Menang-Kalah
AS Roma (Semua Kompetisi): Menang-Menang-Kalah-Menang-Kalah-Kalah
Kabar Tim
Pelatih Gian Piero Gasperini tampak kehilangan kepercayaan terhadap para penyerangnya. Dalam laga melawan Inter, ia menurunkan Paulo Dybala sebagai false nine dan mencadangkan Artem Dovbyk, yang kemudian digantikan di laga Eropa karena performa kurang meyakinkan.
Cadangan Dovbyk, Evan Ferguson, belum mencetak gol dalam satu tahun terakhir, menambah kekhawatiran di lini depan Roma.
Masalah lain muncul di lini tengah setelah Manu Koné ditarik keluar karena cedera saat melawan Plzen. Ia berpotensi absen bersama angelino yang masih menepi karena cedera.
Meski begitu, Dybala memiliki rekor apik melawan Sassuolo dengan delapan gol di Serie A, termasuk hattrick saat membela Juventus pada 2017.
Di kubu tuan rumah, Sassuolo dipastikan tanpa Edoardo Pieragnolo, Yeferson Paz, Daniel Boloca, dan Tarik Muharemovic yang masih cedera.
Formasi 4-3-3 tetap menjadi andalan Grosso, dengan Andrea Pinamonti di depan disokong oleh Laurienté dan Berardi di sisi sayap.
Perkiraan Susunan Pemain
Sassuolo (4-3-3):
Muric; Walukiewicz, Idzes, Romagna, Doig; Kone, Matic, Vranckx; Berardi, Pinamonti, Lauriente.
AS Roma (3-4-2-1):
Svilar; Celik, Mancini, Ndicka; Wesley, Cristante, El Aynaoui, Tsimikas; Soule, Pellegrini; Dovbyk.
Prediksi Skor: Sassuolo 1–1 AS Roma
Kedua tim sama-sama sulit ditembus dalam beberapa laga terakhir, sehingga duel ini berpotensi berlangsung ketat. Roma memiliki rekor tandang mengesankan, tetapi kurang tajam di lini depan. Sementara Sassuolo sedang percaya diri dan berpotensi mencuri gol. (*)
Editor : Niklaas Andries