RADARBANYUWANGI.ID - Tak ada yang membayangkan bahwa kolaborasi antara Lewis Hamilton dan Ferrari akan berjalan seberat ini.
Bagi banyak penggemar Formula 1 (F1), kepindahan juara dunia tujuh kali tersebut dari Mercedes ke tim legendaris asal Maranello dianggap sebagai awal baru yang menjanjikan.
Namun, perjalanan musim pertama Hamilton justru dipenuhi kesulitan dan statistik yang jauh dari ekspektasi.
Hingga saat ini, Hamilton tertinggal 50 poin dari Charles Leclerc, yang tampil lebih konsisten dan menjadi satu-satunya pembalap Ferrari yang meraih pole position serta enam podium di musim ini.
Sementara itu, Hamilton belum sekalipun menjejakkan kakinya di atas podium sejak kemenangan Sprint Race di Cina, yang kini tampak seperti oasis di tengah gurun panjang performa yang menurun.
Dengan total 19 Grand Prix tanpa finis di tiga besar, Hamilton mencatatkan rekor baru yang tidak diinginkan, yakni pembalap Ferrari dengan jumlah balapan tanpa podium terbanyak dalam sejarah Scuderia.
Rekor sebelumnya dipegang oleh Didier Pironi, yang membutuhkan 18 balapan sebelum akhirnya naik podium bersama Ferrari pada 1982.
Performa Hamilton di Ferrari kontras dengan reputasinya selama membela Mercedes. Pada 2022 dan 2023, meskipun tidak meraih kemenangan, ia masih mampu mengoleksi sembilan dan enam podium.
Namun, musim ini menunjukkan realitas berbeda.
Hingga lima seri tersisa, Hamilton berpotensi menutup tahun tanpa satu pun pole position, podium, atau kemenangan.
Satu-satunya catatan mencolok adalah torehan lap tercepatnya di GP Singapura.
Meski musim ini mengecewakan, Hamilton tetap mencatatkan pencapaian bersejarah di Austin.
Ia menjadi pembalap pertama dalam sejarah Formula 1 yang menembus 5.000 poin sepanjang kariernya.
Angka luar biasa ini memang dipengaruhi oleh lamanya masa aktif dan sistem poin yang diperbarui sejak 2010, di mana pemenang mendapat 25 poin, berbeda dengan era sebelumnya yang lebih sedikit.
Kini, Hamilton mengoleksi 5.004,5 poin, jauh meninggalkan rival terdekatnya, Max Verstappen, yang memiliki 3.329,5 poin.
Di bawahnya ada Sebastian Vettel (3.098 poin), Fernando Alonso (2.374), dan Kimi Raikkonen (1.873).
Daftar ini menggambarkan bahwa dominasi Hamilton di era modern memang sulit disaingi.
Editor : Lugas Rumpakaadi