Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Aprilia Siapkan Senjata Rahasia Demi Gelar Juara Dunia MotoGP 2026

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 24 Oktober 2025 | 16:19 WIB
Aprilia menatap MotoGP 2026 dengan ambisi besar merebut gelar dunia.
Aprilia menatap MotoGP 2026 dengan ambisi besar merebut gelar dunia.

RADARBANYUWANGI.ID - Aprilia Racing kini menatap MotoGP 2026 dengan tekad yang tak main-main.

Setelah tampil memukau sepanjang musim 2025, pabrikan asal Italia itu menargetkan sesuatu yang lebih besar, yakni merebut gelar juara dunia sekaligus menumbangkan dominasi Ducati yang telah berlangsung sejak 2024.

Massimo Rivola, CEO Aprilia Racing, menegaskan bahwa timnya kini berada di jalur yang benar untuk menjadi penantang serius di barisan depan.

Keyakinan tersebut bukan tanpa dasar.

Dalam beberapa seri terakhir, performa motor RS-GP terus menunjukkan peningkatan signifikan, sehingga membuat Aprilia tak lagi dianggap sekadar tim pelengkap di grid MotoGP.

Musim 2025 menjadi titik balik bagi Aprilia.

Raul Fernandez sukses meraih kemenangan perdananya di MotoGP Australia bersama tim satelit Trackhouse, sementara Marco Bezzecchi tampil konsisten dan berhasil mengamankan podium ketiga meski sempat mendapat penalti double long lap.

Motor RS-GP juga membuktikan kecepatan dan stabilitasnya dengan mencatat waktu pole position di MotoGP Indonesia.

Dalam balapan sprint di Mandalika, Bezzecchi dan Fernandez bahkan finis 1-2, menegaskan kekuatan Aprilia dalam lintasan cepat.

Kini, Aprilia menjadi satu-satunya pabrikan yang mampu mematahkan dominasi penuh Ducati sejak dua musim terakhir.

Dengan dua kemenangan utama dan tiga kemenangan sprint, tim ini menutup musim 2025 sebagai pesaing paling serius bagi para raksasa MotoGP.

Optimisme Rivola tak hanya datang dari pembalap pabrikan seperti Jorge Martin dan Marco Bezzecchi, tetapi juga dari tim satelit Trackhouse Aprilia yang diperkuat Raul Fernandez dan Ai Ogura.

Menurut Rivola, performa kedua pembalap muda itu menjadi bukti bahwa Aprilia kini memiliki kedalaman skuad yang mampu bersaing di berbagai level.

Selain kekuatan pembalap, faktor teknis juga menjadi kunci.

Rivola secara terbuka memuji peran direktur teknis baru, Fabiano Sterlacchini, yang direkrut dari KTM Racing.

Sterlacchini disebut sebagai “senjata rahasia” Aprilia karena berhasil membawa perubahan besar pada performa RS-GP.

Motor mereka kini lebih cepat, stabil, dan efisien di berbagai kondisi lintasan.

Meski mencatat hasil impresif, Aprilia masih harus menghadapi sejumlah tantangan.

Jorge Martin sempat mengalami cedera dan absen di beberapa seri, membuat Bezzecchi memikul beban besar di tim pabrikan.

Namun, justru di tengah keterbatasan itu, Aprilia membuktikan kematangan strategi dan kekompakan tim.

Rivola menegaskan bahwa target tim untuk musim 2026 adalah menjadi juara dunia, bukan sekadar meraih beberapa kemenangan.

“Kami tidak akan puas hanya dengan menang sekali atau dua kali dalam semusim. Kami punya segalanya untuk menang,” tegasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#ducati #motogp #aprilia