Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Francesco Bagnaia Terancam Didepak, Fabio Quartararo Jadi Kandidat Utama Ducati MotoGP

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 24 Oktober 2025 | 15:37 WIB
Fabio Quartararo dikabarkan jadi kandidat kuat pengganti Francesco Bagnaia di Ducati MotoGP.
Fabio Quartararo dikabarkan jadi kandidat kuat pengganti Francesco Bagnaia di Ducati MotoGP.

RADARBANYUWANGI.ID - Drama di paddock MotoGP tampaknya belum berakhir.

Setelah serangkaian hasil minor yang dialami Francesco “Pecco” Bagnaia bersama Ducati Lenovo Team, rumor besar mulai berhembus kencang dari Bologna.

Fabio Quartararo, bintang asal Prancis yang kini memperkuat Monster Energy Yamaha, disebut-sebut masuk daftar kandidat kuat pengganti Bagnaia di tim pabrikan Ducati.

Spekulasi ini muncul di tengah performa Bagnaia yang menurun drastis dalam beberapa seri terakhir.

Setelah kemenangan gemilang di Grand Prix Jepang, sang juara dunia dua kali justru terperosok di GP Indonesia dan Australia.

Dua balapan itu menjadi cermin kembalinya “Nuvola Rossa” pada masa sulit, di mana performa dan kepercayaan dirinya seolah menguap begitu saja.

Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, hubungan antara Bagnaia dan Ducati dikabarkan mulai retak.

Ketegangan muncul akibat perbedaan pandangan mengenai arah pengembangan motor Desmosedici GP25.

Bagnaia terus menuntut perubahan pada bagian tertentu dari motor, sementara tim teknik Ducati menilai keluhannya mulai berlebihan.

Sementara itu, pembalap lain seperti Fabio Di Giannantonio masih mampu tampil kompetitif dengan motor yang sama, bahkan berhasil naik podium di GP Australia.

Kondisi ini memperkuat anggapan bahwa performa buruk Bagnaia bukan hanya soal mesin, melainkan juga mental dan adaptasi terhadap tekanan di dalam tim.

Masih menurut Gazzetta, setidaknya ada empat nama yang masuk radar Ducati sebagai calon pengganti Bagnaia.

Mereka adalah Pedro Acosta dari Red Bull KTM, Fermin Aldeguer yang kini bersinar di tim satelit Gresini, David Alonso yang disebut sebagai “Baby GOAT”, serta Fabio Quartararo dari Yamaha.

Nama terakhir menjadi sorotan utama.

Quartararo, meski masih terikat kontrak hingga 2026 dengan Yamaha, dikabarkan mulai frustrasi dengan stagnasi performa tim berlambang garpu tala itu.

Dengan gaji fantastis mencapai 12 juta euro per tahun, ketertarikan Ducati terhadap Quartararo bisa menjadi langkah strategis untuk memperkuat lini depan mereka pada 2027.

Di tengah isu panas tersebut, legenda MotoGP Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo ikut buka suara.

Rossi, yang juga mentor pribadi Bagnaia, menilai sang murid tengah menghadapi masa tersulit dalam kariernya.

Ia menegaskan bahwa kehadiran Marc Marquez sebagai rekan setim di Ducati musim depan membuat tekanan terhadap Bagnaia semakin berat.

Lorenzo bahkan memberikan pembelaan lebih jauh.

Menurutnya, penurunan performa Bagnaia tidak sepenuhnya salah pembalap asal Turin itu.

Ada faktor teknis yang membuatnya kehilangan rasa percaya diri, termasuk karakter motor Ducati yang sulit dikendalikan di beberapa sirkuit.

“Pembalap sekelas Pecco tidak mungkin tiba-tiba lupa cara membalap,” ujar Lorenzo.

Meski isu pergantian pembalap terus bergulir, manajer tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, memastikan bahwa prioritas tim masih membantu Bagnaia bangkit.

Ia menegaskan bahwa suasana di dalam garasi tetap kondusif dan tidak ada konflik internal.

Ducati bahkan berencana membawa sejumlah pembaruan teknis ke MotoGP Malaysia 2025 untuk mendukung kebangkitan Pecco.

Namun, publik tahu bahwa kesabaran pabrikan sebesar Ducati memiliki batas.

Jika performa Bagnaia tidak segera membaik, langkah berani mungkin akan diambil pada musim 2027.

 

Editor : Lugas Rumpakaadi
#francesco bagnaia #ducati #motogp #fabio quartararo