RADARBANYUWANGI.ID - Duel menarik akan tersaji di AFAS Stadion pada Jumat (24/10) dini hari ketika AZ Alkmaar menjamu Slovan Bratislava dalam lanjutan fase grup UEFA Europa Conference League 2025-2026.
Kedua tim datang dengan motivasi besar untuk bangkit setelah sama-sama menelan kekalahan di laga pembuka grup.
Baik AZ maupun Slovan berhasil membangun momentum positif di kompetisi domestik, masing-masing mencatat dua kemenangan beruntun, yang menjadi bekal penting menjelang pertemuan krusial kali ini.
Kondisi Tim & Pratinjau Pertandingan
AZ Alkmaar memulai petualangan Eropa mereka dengan hasil buruk, kalah 0–4 dari AEK Larnaca, memperpanjang rentetan tanpa kemenangan menjadi empat laga, periode negatif pertama sejak April lalu.
Namun, tim asuhan Maarten Martens segera bangkit. Mereka menaklukkan Telstar 2–1 di Eredivisie sebelum jeda internasional, lalu mencatat kemenangan gemilang 2–0 di kandang Ajax.
Kemenangan di Johan Cruyff Arena itu menjadi titik balik penting. Gol dari Weslley Patati dan Troy Parrott menegaskan bahwa AZ kembali ke performa terbaiknya.
Menjelang laga Eropa ini, The Cheeseheads juga memiliki catatan kandang impresif dengan 12 gol dalam tiga pertandingan terakhir di kompetisi Eropa.
Bagi AZ, kemenangan atas Slovan Bratislava sangat penting untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya, apalagi sebelum menghadapi FC Utrecht di Eredivisie akhir pekan nanti.
Slovan Bratislava: Kembali ke Eropa dengan Misi Balas Dendam
Baca Juga: Update Siang Ini! Harga Emas Antam Naik ke Rp2,32 Juta per Gram, Tembus Rekor Tertinggi 2025
Dari kubu tamu, Slovan Bratislava kembali tampil di ajang Liga Konferensi setelah absen satu musim. Tim asuhan Vladimir Weiss sebelumnya gagal menembus Liga Europa usai disingkirkan Young Boys di babak kualifikasi.
Di laga pembuka grup, Slovan kalah 1–2 dari Strasbourg, namun mereka langsung bangkit dengan kemenangan besar atas Piestany dan Trnava dengan agregat mencolok 7–0.
Tim berjuluk The Sky Blues kini tidak terkalahkan dalam tujuh dari delapan pertandingan terakhir di semua ajang, membawa kepercayaan diri tinggi ke Belanda.
Menariknya, pertemuan ini menjadi pertama kali Slovan menghadapi klub Belanda sejak 2010, ketika mereka kalah dua leg dari Ajax, termasuk kekalahan telak 0–5 di Amsterdam.
Slovan dikenal tajam dalam memulai laga, mencetak gol pembuka dalam empat dari lima pertandingan terakhir. Namun, mereka akan menghadapi AZ yang juga produktif mencetak gol cepat dengan hanya dua kali gagal mencetak gol lebih dulu dalam sembilan laga terakhir.
Performa Terbaru
AZ Alkmaar (semua kompetisi): Seri-Seri-Kalah-Kalah-Menang-Menang
Slovan Bratislava (semua kompetisi): Seri-Menang-Menang-Kalah-Menang-Menang
Kabar Tim Terkini
AZ Alkmaar harus tampil tanpa Alexandre Penetra, yang menerima kartu merah hanya dua menit setelah laga pembuka Liga Konferensi dimulai.
Sementara Jordy Clasie dan Mexx Meerdink masih menepi karena cedera, dan Seiya Maikuma belum melakukan debut musim ini.
Cedera ringan yang dialami Weslley Patati saat melawan Ajax membuatnya diragukan tampil di laga ini.
Di kubu Slovan, Vladimir Weiss absen karena skorsing. Namun, Nino Marcelli, yang mencetak gol dari bangku cadangan saat menghadapi Trnava, berpotensi turun sebagai starter.
Ia tengah on fire dengan kontribusi langsung terhadap tujuh gol dari delapan penampilan terakhir untuk klub dan tim nasional.
Perkiraan Susunan Pemain
AZ Alkmaar (4-3-3):
Owusu-Oduro; De Wit, Goes, Vanheusden, Kasius; Smit, Mijnans, Koopmeiners; Jensen, Parrott, Sadiq
Slovan Bratislava (4-3-3):
Takac; Cruz, Bajric, Kashia, Blackman; Ibrahim, Savvidis, Ignatenko; Ofori, Mak, Barseghyan
Prediksi Skor Akhir: AZ Alkmaar 2–0 Slovan Bratislava
AZ Alkmaar tampak telah keluar dari masa sulit dan kembali menemukan ritme permainan solid seperti awal musim ketika mencatat 12 laga tak terkalahkan.
Meski Slovan Bratislava tengah berada dalam tren positif, keunggulan kandang dan kualitas lini serang AZ diprediksi akan menjadi pembeda utama.
AZ berpeluang besar mengamankan tiga poin penting dan memperbaiki posisi mereka di klasemen grup Liga Konferensi Eropa. (*)
Editor : Niklaas Andries