Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Francesco Bagnaia Krisis Performa, Ducati Hadapi Dilema Jelang Bursa Transfer MotoGP 2026

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 22 Oktober 2025 | 21:13 WIB
Francesco Bagnaia alami musim terburuk MotoGP di Ducati.
Francesco Bagnaia alami musim terburuk MotoGP di Ducati.

RADARBANYUWANGI.ID - Francesco “Pecco” Bagnaia tengah menjalani musim terburuknya bersama Ducati di ajang MotoGP 2025.

Setelah dua musim penuh kejayaan dengan gelar juara dunia berturut-turut, performa Bagnaia merosot drastis hingga membuatnya kehilangan kepercayaan diri.

Situasi ini diperparah oleh kecemerlangan rekan setimnya, Marc Marquez, yang tampil nyaris tanpa cela sepanjang musim.

Marquez, yang bergabung ke tim pabrikan Ducati pada awal musim, langsung menunjukkan dominasinya.

Dari 18 balapan grand prix, rider asal Spanyol itu sukses memenangkan 11 seri dan finis podium di empat lainnya.

Catatan impresif tersebut mengantarkan Marquez meraih gelar juara dunia MotoGP ketujuhnya, sekaligus menyamai rekor legendaris Valentino Rossi dengan total sembilan titel di semua kelas.

Sementara itu, di sisi lain garasi Ducati, Bagnaia justru terjebak dalam lingkaran hasil buruk.

Ia hanya mencatat dua kemenangan sepanjang musim dan gagal meraih poin di tiga dari empat seri terakhir.

Posisi Bagnaia bahkan terancam keluar dari tiga besar klasemen setelah disalip Marco Bezzecchi (Aprilia).

Dalam wawancara dengan DAZN, Bagnaia mengaku frustrasi karena merasa tak mampu memenuhi potensinya.

Ia menilai keberhasilan Marquez secara tidak langsung membuat dirinya semakin terpuruk secara mental.

“Ketika Anda punya rekan setim seperti Marc, yang mampu tampil luar biasa dengan motor yang sama, sulit untuk tidak membandingkan diri. Rasanya seperti kehilangan jati diri di lintasan,” ujar Bagnaia.

Puncak kebingungan Bagnaia bermula setelah kemenangan di MotoGP Jepang 2025.

Usai tampil dominan di Sirkuit Motegi, performanya tiba-tiba anjlok di seri Indonesia dan Australia.

Padahal, menurutnya, motor yang digunakan tidak mengalami perubahan berarti.

“Kami pikir sudah menemukan keseimbangan terbaik setelah tes di Misano, dan di Jepang semuanya berjalan sempurna. Tapi setelah itu, hasilnya benar-benar tidak bisa diterima,” ungkap Bagnaia kepada Motosan.

Bagnaia menambahkan bahwa meski Ducati telah mencoba berbagai setelan, performa motornya terasa aneh dan tidak bisa dikendarai secara optimal.

Ia mengaku hanya bisa fokus untuk memberikan yang terbaik di sisa balapan, meski sadar peluang untuk memperbaiki posisi di klasemen sangat kecil.

Kebangkitan Marc Marquez membuat Ducati berada dalam situasi yang paradoksal.

Di satu sisi, mereka menikmati kejayaan melalui gelar juara dunia baru.

Namun di sisi lain, ketergantungan terhadap Marquez begitu besar hingga menimbulkan kekhawatiran jangka panjang.

Menurut laporan media Spanyol Motosan, performa buruk Bagnaia membuat Marquez kini memiliki daya tawar tinggi dalam bursa transfer MotoGP.

Dengan kontrak yang berakhir pada 2026, Ducati diyakini akan berupaya keras memperpanjang kontrak sang juara dunia, meski harus mengubah kebijakan gaji ketat mereka pascapandemi.

“Ketergantungan Ducati pada Marquez datang di saat yang tidak tepat,” tulis Motosan.

“Pasar pembalap akan sangat kompetitif tahun depan, dan Marquez kini memegang kendali penuh atas masa depannya.”

Ducati kini berada di persimpangan jalan.

Mereka memiliki pembalap paling dominan di dunia, tetapi juga menghadapi krisis performa dari juara lamanya.

Jika Bagnaia tak segera menemukan kembali ritme terbaiknya, pabrikan Italia itu mungkin terpaksa menata ulang strategi line-up mereka untuk musim 2027.

Sementara Marquez menikmati puncak kejayaan kariernya, Bagnaia masih berjuang menemukan versi terbaik dirinya.

“Saya tahu ada yang salah, tapi saya hanya bisa terus berusaha. Saya ingin kembali mengenali diri saya di lintasan,” pungkas Bagnaia dengan nada reflektif.

 

Editor : Lugas Rumpakaadi
#marc marquez #francesco bagnaia #ducati #motogp