RADARBANYUWANGI.ID - Tim Formula 1 (F1) Alpine tengah menghadapi sorotan setelah insiden internal yang melibatkan dua pembalapnya, Franco Colapinto dan Pierre Gasly, pada Grand Prix Amerika Serikat.
Manajer tim, Steve Nielsen, mengungkapkan kekecewaannya setelah Colapinto mengabaikan instruksi langsung untuk mempertahankan posisi di belakang rekan setimnya pada lap-lap akhir balapan di Sirkuit Austin.
Ketika balapan mendekati garis finis, Colapinto berada di posisi ke-18 dan mendekati Gasly yang berada tepat di depannya.
Dengan ban lima lap lebih segar, Colapinto terlihat memiliki kecepatan lebih baik.
Namun, tim memberikan perintah untuk mempertahankan posisi demi mengelola bahan bakar dan strategi menjelang akhir lomba.
Instruksi tersebut tidak diterima baik oleh Colapinto.
“Tunggu, apa? Tahan posisi? Tapi dia lambat,” jawabnya melalui radio tim.
Tak lama setelah itu, pembalap asal Argentina tersebut melakukan manuver agresif di Tikungan 1 pada lap terakhir, menyalip Gasly dengan bersih dan finis di posisi ke-17.
Sementara itu, Gasly kehilangan posisi dan finis terakhir di antara para pembalap yang menyelesaikan lomba.
Steve Nielsen menjelaskan bahwa keputusan tim diambil berdasarkan kondisi strategis.
“Kami menginstruksikan kedua pembalap untuk mempertahankan posisi karena sedang mengatur bahan bakar dan memperhitungkan jumlah lap tersisa. Sayangnya, instruksi itu tidak dijalankan, dan hal ini akan kami bahas secara internal,” ujar Nielsen.
Ia juga menambahkan bahwa Gasly mengalami pit stop lambat dan strategi ban yang kurang ideal.
“Kami mengganti ban lebih cepat dari rencana untuk mengantisipasi undercut, tapi pit stop tidak berjalan mulus. Ini tentu akan kami evaluasi,” katanya.
Colapinto, di sisi lain, membela tindakannya.
“Bortoleto sangat dekat di belakang saya, dan Pierre sangat lambat karena bannya sudah habis. Saya merasa menyalip adalah keputusan terbaik untuk situasi itu,” ungkapnya setelah balapan.
Gasly pun menanggapi dengan tenang meski terkejut oleh manuver rekan setimnya.
“Saya sedikit terkejut, tapi kami memang terlalu lambat hari ini. Ban lunak saya habis lebih cepat dari perkiraan,” ujarnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi