Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Siapa Juara Baru MotoGP 2025? Inilah 4 Rider yang Belum Pernah Menang

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 22 Oktober 2025 | 13:41 WIB
Empat pembalap MotoGP 2025 belum pernah menang di kelas utama.
Empat pembalap MotoGP 2025 belum pernah menang di kelas utama.

RADARBANYUWANGI.ID - Musim MotoGP 2025 semakin memanas.

Dari 22 pembalap penuh waktu yang berlaga, hanya tersisa empat nama yang belum pernah mencicipi manisnya kemenangan di kelas utama.

Mereka adalah Pedro Acosta (KTM), Luca Marini (Honda), Ai Ogura (Trackhouse), dan Somkiat Chantra (LCR Honda).

Seiring cedera yang dialami Marc Marquez, peluang untuk mencetak sejarah baru terbuka lebar.

Tiga seri tersisa, Malaysia, Portugal, dan Valencia, bisa menjadi panggung penentu bagi para pembalap muda untuk meraih kemenangan perdana.

Pedro Acosta tampil mengesankan sepanjang musim.

Meski belum meraih kemenangan, pembalap asal Spanyol ini berhasil menempati posisi kelima klasemen sementara.

Ia sudah tiga kali naik podium di balapan utama, yakni Ceko, Hungaria, dan Mandalika, serta empat kali finis di tiga besar pada Sprint Race.

Namun, pada MotoGP Australia 2025 di Phillip Island, Acosta harus puas finis di posisi kelima setelah sempat bersaing ketat dengan Raul Fernandez.

Ia mengalami masalah pada ban yang membuatnya kehilangan kecepatan di lap-lap akhir.

Acosta menyebut balapan itu bukanlah kegagalan, tetapi tantangan untuk memahami kelemahan motor KTM.

“Kami tahu Phillip Island bukan trek ideal bagi KTM, tapi kami harus mencari tahu kenapa kehilangan cengkeraman begitu besar,” ujarnya.

Meski frustrasi, Acosta tetap optimistis.

Konsistensinya di lima besar membuktikan bahwa kemenangan hanyalah masalah waktu.

Jika KTM berhasil memperbaiki performa, Acosta bisa menjadi pembalap berikutnya yang membuka puasa kemenangan.

Luca Marini, adik dari legenda MotoGP Valentino Rossi, masih berjuang keras bersama Honda.

Sejak promosi ke kelas utama pada 2021, ia belum pernah naik podium tertinggi.

Musim ini, prestasi terbaiknya hanyalah dua kali finis di posisi kelima, di Austria dan Mandalika.

Performa Honda yang belum stabil membuat Marini kesulitan menembus persaingan papan atas.

Dengan kondisi Honda yang masih tertinggal secara teknis, peluang Marini untuk menang musim ini tampak kecil.

Namun, pengalaman bisa menjadi modal penting jika Honda berhasil menemukan arah pengembangan yang tepat.

Ai Ogura, juara dunia Moto2 2024 ini memulai debutnya di MotoGP dengan penuh harapan.

Ogura sempat menarik perhatian publik setelah finis di posisi lima besar pada balapan perdananya di Thailand.

Sayangnya, performa Ogura tidak stabil di seri-seri berikutnya.

Rekan setimnya, Raul Fernandez, justru lebih dulu mencatat kemenangan di MotoGP Australia.

Hal ini menambah tekanan bagi pembalap asal Jepang tersebut untuk segera tampil gemilang.

Dengan gaya balap halus dan kemampuan membaca lintasan yang baik, Ogura masih punya peluang untuk memperbaiki catatan musim debutnya di tiga seri terakhir.

Somkiat Chantra menjadi satu-satunya pembalap Thailand yang berlaga di MotoGP 2025.

Namun, debutnya di kelas utama belum berjalan mulus.

Ia sering finis di posisi belakang dan kesulitan beradaptasi dengan motor Honda milik LCR.

Bahkan, kabar beredar bahwa Chantra akan pindah ke ajang World Superbike (WSBK) musim depan.

Meskipun begitu, kehadirannya tetap menjadi kebanggaan bagi Asia Tenggara karena membuka jalan bagi generasi baru pembalap Thailand di ajang MotoGP.

 

Editor : Lugas Rumpakaadi
#motogp