Meski baru mengumpulkan satu poin sejauh ini, PSV masih memiliki peluang untuk bangkit. Di sisi lain, Napoli datang dengan ambisi besar untuk mempertahankan momentum usai mengamankan tiga poin berharga di laga sebelumnya.
Perjalanan PSV di Liga Champions sejauh ini tidak mudah. Setelah kalah 1–3 dari Union SG di laga pembuka, mereka hanya mampu bermain imbang 1–1 kontra Bayer Leverkusen di Jerman.
Gol penyama kedudukan Ismael Saibari, hasil dari 27 umpan beruntun, menjadi secercah harapan di tengah performa yang belum konsisten.
Namun, masalah utama PSV ada di lini pertahanan. Dalam 18 laga terakhir di Liga Champions, mereka hanya sekali mencatat clean sheet dan kebobolan lebih dari dua gol per pertandingan dalam 10 kesempatan.
Meski begitu, produktivitas lini depan masih menjadi kekuatan utama tim asuhan Peter Bosz ini, dengan hanya tiga kekalahan dalam 15 laga fase grup terakhir di Eropa.
Momentum positif juga datang dari kompetisi domestik. PSV baru saja meraih dua kemenangan beruntun di Eredivisie, menang 4–0 atas PEC Zwolle dan 2–1 atas Go Ahead Eagles, yang menjaga posisi mereka di papan atas klasemen bersama Feyenoord. Kini fokus mereka beralih ke misi besar, meraih kemenangan pertama di Eropa musim ini.
Napoli: Ambisi Besar, Skuad Menipis
Terakhir kali PSV dan Napoli bertemu terjadi di Liga Europa 2012–2013, saat PSV menang agregat 6–1. Namun, situasi kali ini sangat berbeda.
Napoli datang dengan tekad besar untuk memperbaiki rekor mereka di Liga Champions, di mana mereka belum pernah melangkah lebih jauh dari perempat final.
Pelatih Antonio Conte berambisi membawa Partenopei lebih berprestasi, meski awal musim mereka tidak selalu mulus. Napoli sempat kalah 0–2 dari Manchester City pada laga pembuka setelah kehilangan Giovanni Di Lorenzo akibat kartu merah.
Namun, mereka bangkit dengan kemenangan 2–1 atas Sporting Lisbon, berkat dua gol striker anyar Rasmus Hojlund.
Sayangnya, badai cedera kembali menghantam. Hojlund kini harus menepi karena cedera paha, sementara Romelu Lukaku juga masih dalam pemulihan. Kekalahan 0–1 dari Torino di Serie A akhir pekan lalu semakin menambah tekanan menjelang lawatan sulit ke Eindhoven.
Performa Terkini
PSV Eindhoven
Liga Champions: Kalah-Seri
Semua Kompetisi: Kalah-Seri-Menang-Seri-Menang-Menang
Napoli
Liga Champions: Kalah-Menang
Semua Kompetisi: Kalah-Menang-Kalah-Menang-Menang-Kalah
Kabar Tim
PSV Eindhoven:
Peter Bosz masih pusing dengan daftar cedera panjang. Ruben van Bommel, pencetak gol di laga pembuka, absen karena cedera lutut serius. Sementara Kilian Sildillia dan Alassane Plea diragukan tampil.
Ismael Saibari, yang sedang dalam performa menawan dengan empat gol dalam lima laga terakhir, akan menjadi tumpuan utama di lini tengah. Ivan Perisic dan Guus Til yang mencetak dua gol kontra Go Ahead Eagles, diprediksi melengkapi trio serangan.
Napoli:
Antonio Conte kehilangan dua ujung tombaknya: Romelu Lukaku dan Rasmus Hojlund. Lorenzo Lucca, eks penyerang Ajax, akan dipercaya memimpin lini depan.
Selain itu, Noa Lang berpotensi menghadapi mantan klubnya, menggantikan Matteo Politano yang belum fit. Di lini tengah, absennya Stanislav Lobotka dan Scott McTominay menjadi tantangan tersendiri, sementara Amir Rrahmani juga masih diragukan tampil.
Perkiraan Susunan Pemain
PSV Eindhoven (4-3-3):
Kovar; Dest, Obispo, Gasiorowski, Salah-Eddine; Saibari, Schouten, Veerman; Man, Til, Perisic
Napoli (4-2-3-1):
Meret; Di Lorenzo, Beukema, Buongiorno, Spinazzola; Gilmour; Neres, Anguissa, De Bruyne, Lang; Lucca
Prediksi Skor: PSV Eindhoven 2–2 Napoli
Duel ini berpotensi menghadirkan banyak gol. Dalam 11 pertandingan terakhir PSV di Liga Champions, tercipta total 45 gol, rata-rata lebih dari empat per laga.
Dengan kondisi Napoli yang dilanda badai cedera dan performa tandang yang menurun (tiga kekalahan beruntun di luar kandang), hasil imbang tampak sebagai hasil paling realistis di Philips Stadium. (*)
Editor : Niklaas Andries