The Gunners tampil impresif di awal musim Liga Champions 2025–2026 dengan catatan sempurna: dua kemenangan meyakinkan 2–0 atas Athletic Bilbao dan Olympiacos.
Meski demikian, Arsenal masih tertinggal dari Bayern Munich, Paris Saint-Germain, Real Madrid, dan Inter Milan di klasemen fase liga yang diikuti 36 tim.
Di level domestik, Arsenal sedang berada di puncak performa setelah menumbangkan Fulham 1–0 pada akhir pekan lalu.
Dengan jeda lima hari sebelum laga melawan Crystal Palace di Liga Premier, Arteta diperkirakan menurunkan skuad terbaiknya saat menjamu Atletico di Emirates Stadium.
Atletico sendiri datang dengan penuh percaya diri setelah menghancurkan Eintracht Frankfurt 5–1 pada matchday kedua, sehingga laga ini diprediksi berlangsung sengit.
Rice dan Zubimendi di Ambang Skorsing
Dua pilar lini tengah Arsenal, Martin Zubimendi dan Declan Rice, kini harus berhati-hati. Keduanya sudah mengantongi kartu kuning dari dua laga sebelumnya melawan Olympiacos dan Athletic Bilbao.
Berdasarkan aturan Liga Champions, akumulasi tiga kartu kuning di fase liga akan membuat pemain terkena larangan bermain satu pertandingan.
Artinya, jika salah satu dari mereka kembali mendapat kartu kuning saat menghadapi Atletico Madrid, mereka akan absen pada laga berikutnya melawan Slavia Praha. Namun menariknya, skorsing di laga tersebut bisa justru menjadi strategi ideal bagi Arteta.
Jika Rice dan Zubimendi malah mendapat kartu kuning ketika melawan Slavia Praha, maka mereka akan dipastikan absen saat Arsenal menjamu Bayern Munich, lawan terberat di fase grup sejauh ini, pada 26 November mendatang.
Dengan demikian, menerima kartu kuning di laga kontra Atletico bisa dianggap sebagai “skenario terbaik” bagi Arteta. Mereka memang harus absen di pertandingan yang lebih ringan, tetapi bisa tampil penuh saat menghadapi Bayern di Emirates.
Rencana Cadangan Arteta
Meski Arteta tentu tidak akan meminta pemainnya sengaja mencari kartu kuning, sebagian besar penggemar Arsenal mungkin sepakat bahwa absen melawan Slavia Praha jauh lebih baik daripada kehilangan dua pemain kunci ketika menghadapi Bayern Munich.
Arteta sendiri masih memiliki kedalaman skuad yang memadai untuk menambal lini tengah. Christian Norgaard berpotensi menggantikan Zubimendi di posisi gelandang bertahan, meski ia belum banyak tampil sejak direkrut dari Brentford.
Untuk posisi Declan Rice, Arteta bisa menurunkan Mikel Merino yang dikenal solid dan konsisten. Alternatif lainnya, pelatih asal Spanyol itu dapat memberi kesempatan kepada Eberechi Eze.
Pemain serbabisa asal Inggris itu lebih nyaman bermain di sisi kiri dan bisa memanfaatkan potensi absennya Rice untuk menunjukkan performa terbaiknya.
Jika Eze dimainkan, peluang bagi wonderkid Ethan Nwaneri untuk tampil di Liga Champions juga terbuka. Namun, sejauh ini Arteta lebih sering mempercayakan posisi Martin OØdegaard kepada Merino daripada menurunkan Nwaneri sejak awal.
Situasi “genting” ini bisa menjadi ujian kecerdikan bagi Mikel Arteta. Mengelola risiko kartu kuning Declan Rice dan Martin Zubimendi bukan sekadar soal rotasi, tetapi juga strategi jangka panjang untuk menjaga keseimbangan skuad di tengah padatnya jadwal Liga Champions dan Liga Premier.
Dengan segala perhitungannya, Arsenal kini dihadapkan pada skenario menarik sebuah “kartu kuning impian” yang bisa menjadi kunci menuju kesuksesan di Eropa musim ini. (*)
Editor : Niklaas Andries