La Dea menutup jeda internasional dengan hasil imbang melawan Como di kandang. Sementara itu, Lazio terlibat dalam duel penuh drama enam gol kontra Torino yang berakhir 3–3 di Stadio Olimpico.
Sejak ditangani Ivan Juric, Atalanta mulai menunjukkan kestabilan setelah masa transisi pasca-era Gian Piero Gasperini. Kemenangan telak 3–0 atas Torino dan hasil imbang 1–1 kontra Juventus menandai peningkatan performa signifikan.
Mereka juga tampil meyakinkan di Eropa dengan kemenangan 2–1 atas Club Brugge di Liga Champions.
Meski belum terkalahkan di Serie A, satu-satunya kekalahan Atalanta musim ini terjadi di Liga Champions melawan Paris Saint-Germain dimana hasil yang bisa dimaklumi mengingat lawan adalah juara bertahan Eropa.
Kini, Juric akan kembali menguji kekuatan timnya menghadapi Lazio yang merupakan lawan yang musim lalu sukses mencuri kemenangan 1–0 di Bergamo lewat gol tunggal Gustav Isaksen.
Lazio Butuh Kemenangan untuk Bangkit
Bagi Lazio, duel ini bukan sekadar pertandingan, melainkan kesempatan untuk bangkit dari awal musim yang tidak konsisten. Tiga poin di Bergamo akan membuat Biancocelesti menyamai perolehan poin Atalanta di klasemen sementara.
Sejak 2018, Lazio selalu tampil tajam di Stadion Gewiss, mencetak rata-rata hampir dua gol setiap kali bertandang ke markas Atalanta. Pola ofensif itu kembali terlihat saat mereka menahan Torino 3–3 sebelum jeda internasional.
Dalam laga tersebut, Matteo Cancellieri mencatat brace perdananya di Serie A pada penampilan ke-100, sementara penalti menit akhir Danilo Cataldi memastikan satu poin berharga.
Namun, di balik performa agresif itu, Lazio masih terjebak di papan bawah klasemen. Pelatih Maurizio Sarri menghadapi tantangan besar larangan transfer membuatnya tak bisa menambah pemain baru, sementara badai cedera terus menghantam skuadnya.
Cederanya penyerang utama Taty Castellanos semakin memperparah situasi, meninggalkan celah besar di lini depan. Absensi pemain penting lain seperti Fisayo Dele-Bashiru, Samuel Gigot, Nicolo Rovella, dan Luca Pellegrini juga membuat opsi Sarri semakin terbatas.
Satu kabar baik datang dari Matteo Guendouzi yang kembali setelah menjalani hukuman larangan bermain dua laga, memberi sedikit keseimbangan di lini tengah Lazio.
Performa Terkini
Atalanta BC (Serie A): Seri – Seri – Menang – Menang – Seri – Seri
Atalanta BC (Semua Kompetisi): Menang – Kalah – Menang – Seri – Menang – Seri
Lazio (Serie A): Kalah – Menang – Kalah – Kalah – Menang – Seri
Kabar Tim dan Kondisi Pemain
Baca Juga: Teori & Misteri Genie, Make a Wish: Rahasia di Balik Dunia Genietis
Atalanta mendapatkan angin segar menjelang laga ini dengan pulihnya empat pemain penting: Gianluca Scamacca, Giorgio Scalvini, Charles De Ketelaere, dan Nicola Zalewski.
Namun, mereka masih kehilangan Sead Kolasinac, Raoul Bellanova, Mitchel Bakker, dan Odilon Kossounou yang belum sepenuhnya pulih.
Lazar Samardzic menjadi salah satu pemain paling produktif sejauh ini, mencetak lima dari tujuh golnya di kandang, termasuk empat laga terakhir secara beruntun.
Ia berpeluang kembali tampil sejak awal bersama Kamaldeen Sulemana, Ademola Lookman, atau De Ketelaere untuk mendukung penyerang tunggal Nikola Krstovic. Scamacca kemungkinan besar memulai dari bangku cadangan.
Dari kubu Lazio, Matteo Cancellieri hampir pasti kembali menghuni lini depan bersama Mattia Zaccagni, jika sang winger dinyatakan fit. Sarri kemungkinan memasang pemain baru di lini depan seperti Boulaye Dia, mengingat Castellanos masih absen karena cedera otot.
Perkiraan Susunan Pemain
Atalanta BC (3-4-2-1):
Carnesecchi; Djimsiti, Hien, Ahanor; Zappacosta, Ederson, De Roon, Zalewski; Samardzic, Sulemana; Krstovic
Lazio (4-3-3):
Provedel; Marusic, Gila, Romagnoli, Tavares; Guendouzi, Cataldi, Basic; Cancellieri, Dia, Zaccagni
Prediksi Skor: Atalanta 2–1 Lazio
Atalanta tampil solid sepanjang musim dan hanya kalah dari PSG di semua kompetisi. Kembalinya sejumlah pemain kunci membuat lini depan mereka semakin tajam dan bervariasi.
Sebaliknya, Lazio masih kesulitan menemukan ritme permainan terbaik di bawah Sarri, apalagi dengan banyaknya pemain absen.
Dengan dukungan penuh publik Bergamo, La Dea difavoritkan untuk meraih kemenangan tipis dan memperpanjang catatan tak terkalahkan mereka di Serie A. (*)
Editor : Niklaas Andries