Pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit awal. Kedua tim tampil terbuka dan saling menekan, namun penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat skor tetap imbang di babak pertama.
City sempat nyaris unggul saat bola hasil sundulan mengenai mistar, sementara peluang emas terbaik justru dimiliki Everton lewat striker Beto namun tendangannya melenceng tipis.
Usai jeda, City yang sempat kehilangan ritme akhirnya bangkit berkat sang mesin gol utama. Haaland membuka keunggulan pada menit ke-58 lewat sundulan kuat hasil umpan Nico O’Reilly, lalu menggandakan skor hanya lima menit berselang setelah menerima umpan tarik Savinho dan menaklukkan Jordan Pickford dengan sepakan rendah kaki kiri.
Kemenangan ini membuat Manchester City kembali memuncaki klasemen Premier League dengan keunggulan selisih gol atas Arsenal. Namun posisi mereka bisa kembali tergusur jika The Gunners meraih hasil imbang melawan Fulham.
Bagi Everton, kekalahan ini memperpanjang catatan buruk tandang mereka menjadi tiga kekalahan dari empat laga terakhir. Tim asuhan David Moyes kini duduk di posisi ke-10 klasemen sementara, tertinggal empat poin dari Liverpool yang berada di peringkat ketiga.
Erling Haaland, Mesin Gol yang Tak Mengenal Henti
Erling Haaland kembali membuktikan mengapa dirinya disebut predator paling berbahaya di Premier League. Dari total 17 gol yang dicetak City musim ini, 11 di antaranya berasal dari sang penyerang Norwegia tersebut.
Haaland juga mencatatkan rekor baru sebagai satu-satunya pemain dalam sejarah Premier League yang mampu mencetak 10 gol atau lebih dalam delapan laga pertama musim kompetisi dan luar biasanya, ini sudah ia lakukan tiga kali dalam empat musim di Etihad.
Dengan motivasi tinggi dan kondisi fisik yang prima, Haaland tampak siap membawa Manchester City kembali merajai Inggris dan Eropa. Jika terus konsisten, mustahil rasanya melihat skuad Pep Guardiola tidak bersaing di semua kompetisi hingga akhir musim.
Everton Krisis Ketajaman di Lini Depan
Kebalikan dari City, Everton tampak tumpul di lini serang. Duo penyerang Beto dan Thierno Barry belum mampu memenuhi ekspektasi pelatih. Barry gagal memberi pengaruh saat dimainkan dari bangku cadangan, sementara Beto kembali menyia-nyiakan peluang emas di depan gawang.
Secara keseluruhan, keduanya hanya menyumbang dua gol dari sepuluh laga musim ini (Beto dua, Barry nol). Jika Everton ingin bertahan di papan tengah, peningkatan efektivitas serangan menjadi hal yang wajib dilakukan.
Sorotan Pertandingan
Menit 14: Beto buang peluang emas! Iliman Ndiaye memanfaatkan kesalahan Nathan Ake dan mengirim umpan matang ke kotak penalti, tetapi sepakan Beto hanya melebar tipis dari gawang.
Menit 24: City nyaris unggul! Sepak pojok Phil Foden membentur kepala Jake O’Brien dan mengenai mistar sebelum bola diamankan lini belakang Everton.
Menit 58: Gol Haaland (1-0)! Nico O’Reilly menusuk dari kiri dan melepaskan umpan silang yang disundul Haaland dengan sempurna. Pickford tak mampu menepis bola.
Menit 63: Gol kedua Haaland (2-0)! Savinho mengirim umpan tarik, dan Haaland melepaskan tembakan rendah kaki kiri yang melewati bawah tubuh Pickford.
Pemain Terbaik: Erling Haaland
Meskipun Iliman Ndiaye tampil luar biasa untuk Everton di babak pertama, penghargaan pemain terbaik tak bisa lepas dari Erling Haaland. Dua golnya bukan hanya memastikan kemenangan City, tapi juga mempertegas statusnya sebagai striker paling tajam di dunia saat ini.
Haaland tampil klinis, efisien, dan hampir saja mencetak hattrick di menit-menit akhir. Setiap kali City membutuhkan pahlawan, Haaland selalu hadir di saat tepat.
Statistik Pertandingan
Penguasaan bola: Man City 71% – 29% Everton
Tembakan: Man City 19 – 5 Everton
Tembakan tepat sasaran: Man City 7 – 1 Everton
Sepak pojok: Man City 11 – 3 Everton
Pelanggaran: Man City 8 – 14 Everton
PertandinganSelanjutnya
Manchester City akan mengalihkan fokus ke Liga Champions dan bertandang ke markas Villarreal pada matchday ketiga, Selasa malam waktu setempat.
Sementara Everton akan berusaha bangkit saat menjamu Tottenham Hotspur di Stadion Hill Dickinson pada 26 Oktober mendatang. (*)
Editor : Niklaas Andries