RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, kembali mencuri perhatian di ajang MotoGP Australia 2025 yang berlangsung di Sirkuit Phillip Island.
Meskipun tampil sebagai yang tercepat pada sesi latihan bebas (practice) dan memecahkan rekor waktu lap, Bezzecchi tampak tak sepenuhnya puas.
Ada alasan kuat di balik ekspresi tenangnya itu, ia harus menghadapi penalti double long lap dalam balapan utama.
Rekor Baru di Phillip Island
Bezzecchi mencatatkan waktu luar biasa 1 menit 26,492 detik, mengukir rekor lap baru di sirkuit legendaris Phillip Island.
Catatan tersebut menjadi sinyal positif bahwa pembalap asal Rimini, Italia ini tengah berada dalam performa terbaik, seperti yang telah ia tunjukkan sebelumnya di seri Indonesia.
Kecepatan Bezzecchi menunjukkan bahwa Aprilia RS-GP kini semakin kompetitif, mengimbangi tim-tim besar lain seperti Ducati dan KTM.
Luka Lama dan Beban Penalti
Meski tampil impresif, Bezzecchi belum sepenuhnya bebas dari bayang-bayang insiden di GP Mandalika.
Atas insiden yang melibatkan Marc Marquez (Ducati Lenovo), Bezzecchi dijatuhi hukuman double long lap penalty oleh Race Steward.
Selain itu, pembalap berusia 26 tahun itu masih membawa luka akibat kecelakaan di Sprint GP Jepang dan balapan utama GP Indonesia.
“Sulit untuk mengetahui apa yang bisa saya lakukan dengan long lap,” ucap Bezzecchi.
“Saya telah mencoba long lap dan kehilangan sekitar 2,6 detik setiap putaran. Itu bukan yang terburuk, tapi tentu jadi tantangan,” imbuhnya.
Jika dikalkulasikan, hukuman dua kali long lap bisa membuatnya kehilangan hingga lima detik total, selisih yang bisa sangat menentukan di lintasan cepat seperti Phillip Island.
Aprilia Semakin Kompetitif
Bezzecchi tak menutup rasa kagumnya terhadap perkembangan pesat motor Aprilia RS-GP.
Ia menilai performa motor terus meningkat berkat kerja keras tim teknis.
“Motor ini telah banyak berkembang, dan Raul (Fernandez) juga membuktikan dirinya cepat,” ujar Bezzecchi, merujuk pada rekan sesama pengguna Aprilia dari Trackhouse Racing yang berhasil menempati posisi kedua pada sesi practice.
Selain Bezzecchi dan Raul, dua pembalap Aprilia lain, Ai Ogura yang baru pulih dari cedera, serta Lorenzo Savadori sebagai pengganti Jorge Martin, juga menunjukkan konsistensi, menandakan solidnya performa tim asal Italia itu musim ini.
Sikap Dewasa Bezzecchi
Menariknya, meski berada di puncak performa, Bezzecchi tetap menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi hukuman yang diterimanya.
Ia menganggap keputusan steward sebagai bentuk keadilan.
“Kita harus menerima dan mematuhi sanksi tersebut. Tidak ada gunanya mengeluh karena sanksi itu adil,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa timnya telah bekerja keras sepanjang akhir pekan, dan hasil positif di sesi latihan adalah bukti kemajuan yang patut diapresiasi.
Menuju Balapan Utama
Tantangan Bezzecchi di balapan utama MotoGP Australia 2025 jelas tidak ringan.
Namun performa luar biasa di sesi latihan memberikan harapan bahwa ia mampu kembali bersaing untuk podium, bahkan mungkin kemenangan.
MotoGP 2025 kian menarik untuk disimak.
Persaingan antara pembalap muda seperti Bezzecchi dan veteran seperti Marquez menunjukkan bahwa kecepatan saja tidak cukup.
Strategi, konsistensi, dan ketenangan mental menjadi kunci utama menuju gelar juara dunia.
Editor : Lugas Rumpakaadi