RADARBANYUWANGI.ID - Lewis Hamilton menilai Amerika Serikat kini telah menjadi pusat baru bagi ajang balap bergengsi Formula 1 (F1).
Pembalap asal Inggris itu menyampaikan pandangannya menjelang Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of The Americas (COTA), Austin, yang kembali menjadi sorotan dunia balap.
Sejak pertama kali menggelar balapan pada 2012, sirkuit ini telah menjadi ikon tersendiri di kalender F1.
Austin berhasil menancapkan posisinya sebagai salah satu tuan rumah paling disukai pembalap dan penggemar.
Menurut Hamilton, perubahan besar terjadi dalam satu dekade terakhir.
“Luar biasa melihat pertumbuhan dan minat yang terjadi di sini. Austin punya energi yang berbeda. Bagi saya, ini adalah sirkuit terbaik di Amerika,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ketika F1 pertama kali datang ke Austin, banyak orang belum mengenal olahraga ini, namun kini situasinya berubah drastis.
Pertumbuhan pesat popularitas F1 di Amerika tak lepas dari beberapa faktor kunci.
Serial dokumenter Drive to Survive di Netflix memperkenalkan drama dan strategi balap kepada audiens yang lebih luas, sementara film F1 The Movie yang mencetak rekor penonton turut mengangkat citra olahraga ini ke level baru.
Faktor lain yang memperkuat kehadiran F1 di Amerika adalah penambahan dua sirkuit baru, Miami yang mulai masuk kalender pada 2021, dan Las Vegas yang kembali hadir pada 2023 setelah absen lebih dari tiga dekade.
Kini, Amerika menjadi satu-satunya negara yang menggelar tiga Grand Prix dalam satu musim.
Hamilton, yang telah meraih lima kemenangan di Austin dan dua dari tujuh gelar juaranya di tanah Amerika, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada masyarakat Austin.
“Perjalanan ini luar biasa. Saya senang melihat penonton dari berbagai usia datang menikmati balapan. Ini menunjukkan bagaimana F1 berhasil menyatu dengan budaya olahraga di sini,” pungkasnya.
Tampaknya Amerika Serikat akan terus menjadi panggung penting dalam perjalanan panjang kejuaraan dunia balap mobil paling bergengsi ini.
Editor : Lugas Rumpakaadi