Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mental Drop! Francesco Bagnaia Pasrah Hadapi MotoGP Australia 2025

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 17 Oktober 2025 | 19:52 WIB
Francesco Bagnaia menghadapi MotoGP Australia 2025.
Francesco Bagnaia menghadapi MotoGP Australia 2025.

RADARBANYUWANGI.ID - Menjelang seri ke-19 MotoGP Australia 2025 di Sirkuit Phillip Island, pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, menunjukkan nada keputusasaan yang jarang terdengar dari seorang juara dunia dua kali.

Setelah mimpi buruk di GP Indonesia, performa Bagnaia seolah kehilangan arah, bahkan tak mampu bersaing dengan para rookie yang sebelumnya jauh di bawah levelnya.

Penurunan performa Bagnaia terasa janggal.

Sebelumnya, di GP Jepang, sang pembalap asal Italia tampil gemilang dengan torehan sempurna.

Meraih pole position dan kemenangan ganda di sprint race serta balapan utama.

Namun, hanya sepekan berselang di Mandalika, Bagnaia tampak tak berdaya.

Ia tertinggal jauh, bahkan dari Somkiat Chantra (Idemitsu Honda LCR), yang sepanjang musim ini kesulitan menembus sepuluh besar.

Dalam sesi jumpa pers jelang MotoGP Australia, Bagnaia mengaku akhir pekannya akan sangat bergantung pada “perilaku” motornya, Ducati Desmosedici GP25.

“Ekspektasi saya tergantung pada feeling di atas motor,” ujar Bagnaia, dikutip dari GPone.com.

“Kalau rasanya seperti di Motegi, saya bisa bersaing untuk podium. Tapi kalau seperti di Mandalika, saya hanya ingin finis,” tambahnya.

Pernyataan itu mencerminkan betapa rapuhnya kondisi mental sang juara bertahan.

Ia terdengar kehilangan keyakinan terhadap motornya sendiri.

Sebuah tanda bahaya bagi pembalap papan atas.

Baca Juga: Hasil Practice MotoGP Australia 2025: Marco Bezzecchi Ungguli Raul Fernandez dan Fabio Di Giannantonio

Kemiripan Nasib dengan Marc Marquez

Situasi Bagnaia kini kerap dibandingkan dengan masa sulit Marc Marquez bersama Honda pada 2023.

Kala itu, Marquez juga menunjukkan tanda menyerah setelah serangkaian hasil buruk dan cedera berulang.

Ia akhirnya memilih meninggalkan Honda meski kontraknya belum berakhir.

Namun, berbeda dengan Marquez yang mendapat kesempatan berpindah tim, Bagnaia terikat kontrak dengan Ducati hingga 2026.

Isu kepindahan hampir mustahil terjadi karena seluruh kursi tim pabrikan sudah terisi.

Hal ini membuatnya harus bertahan melewati masa sulit bersama Ducati.

Masalah Teknis dan Krisis Kepercayaan

Bagnaia mengungkap bahwa motor GP25 mengalami masalah pada grip belakang yang terlalu kuat, menyebabkan bagian depan kehilangan cengkeraman.

Menurutnya, situasi ini mirip dengan yang terjadi pada musim 2023, namun kini efeknya lebih parah.

Meski sorotan publik kini tertuju pada rekan setimnya, Marc Marquez, yang tampil dominan dan hampir mengunci gelar juara, Bagnaia menegaskan dirinya tak terganggu oleh hal itu.

“Di Motegi semua orang fokus pada Marc, tapi saya tetap bisa menang di dua balapan. Masalahnya bukan di perhatian publik, melainkan bagaimana motor bekerja,” ujarnya.

Ia menutup dengan harapan sederhana, agar motornya bisa “berperilaku baik” di Australia.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#francesco bagnaia #indonesia #motogp #australia