RADARBANYUWANGI.ID - Setelah sempat tertinggal jauh dalam klasemen Kejuaraan Dunia F1 2025, Max Verstappen kini kembali menjadi sorotan utama.
Pebalap asal Belanda itu menilai peluangnya untuk merebut gelar juara dunia keempat masih terbuka, dengan menyebut kemungkinan tersebut sebagai “50/50”.
Beberapa bulan lalu, posisi Verstappen tampak sulit.
Ia tertinggal 104 poin dari Oscar Piastri hanya empat seri sebelumnya.
Namun, berkat performa luar biasa di Monza dan Baku yang berbuah kemenangan beruntun, serta finis kedua di Singapura, jarak itu kini terpangkas drastis.
Verstappen kini hanya 63 poin di belakang Piastri dan 41 poin dari Lando Norris.
Dengan enam balapan tersisa, termasuk tiga akhir pekan Sprint, Red Bull kembali dalam perebutan gelar.
Kebangkitan Red Bull dan RB21 yang Lebih Kompetitif
Verstappen mengakui bahwa peningkatan performa mobil RB21 berperan besar dalam kebangkitannya.
Setelah periode sulit tanpa kemenangan sejak Mei di Imola hingga September di Monza (kecuali kemenangan Sprint di Belgia), pembaruan pada aerodinamika dan penyetelan mobil mulai menunjukkan hasil positif.
Menurut Verstappen, mobilnya kini jauh lebih seimbang.
“Mobil terasa lebih stabil, tidak lagi terlalu oversteer atau understeer,” ujarnya.
“Setiap akhir pekan selalu ada penyesuaian kecil, karena tidak pernah sempurna, tapi sekarang mobil terasa lebih ‘menyatu’,” ungkapnya.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Lengkap Grand Prix F1 Amerika Serikat 2025: Panas Ekstrem di COTA
Pendekatan Realistis Menuju Akhir Musim
Menariknya, Verstappen tetap tenang dalam menanggapi peluangnya.
Ia menilai bahwa fokus utama bukan sekadar mengejar gelar, tetapi memastikan performa maksimal di setiap balapan.
“Kita harus realistis. Sebagian besar musim ini, kami tidak benar-benar berada dalam pertarungan juara. Namun belakangan hasilnya cukup baik,” katanya.
Dengan enam balapan tersisa dan 174 poin masih bisa direbut, termasuk poin tambahan dari Sprint Race, Verstappen berpeluang besar menekan duo McLaren, Piastri dan Norris.
Balapan berikutnya di Circuit of The Americas, Austin, akan menjadi ujian penting bagi ambisi Red Bull untuk mempertahankan dominasi mereka di Formula 1.
Kebangkitan Max Verstappen dan Red Bull di paruh akhir musim 2025 menunjukkan betapa cepatnya dinamika Formula 1 bisa berubah.
Dari tertinggal lebih dari seratus poin, kini ia kembali menjadi ancaman nyata bagi pesaingnya.
Verstappen membuktikan bahwa perburuan gelar belum berakhir.
Editor : Lugas Rumpakaadi