RADARBANYUWANGI.ID - Pirelli kembali membuat langkah berani dalam ajang F1 dengan menerapkan strategi pemilihan ban yang tidak biasa untuk dua seri balapan berikutnya di Amerika Serikat dan Meksiko.
Direktur Motorsport Pirelli, Mario Isola, menjelaskan bahwa keputusan ini bertujuan untuk memperkaya variasi strategi balap antar tim dan menciptakan lebih banyak dinamika di lintasan.
Pendekatan Kompon Lompat di Austin dan Meksiko
Untuk Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of The Americas (Austin), Pirelli akan menyediakan tiga jenis ban.
C1 sebagai ban keras, C3 sebagai ban medium, dan C4 sebagai ban lunak.
Sementara itu, di Autodromo Hermanos Rodriguez (Meksiko City), kombinasi kompon akan sedikit berbeda.
C2 sebagai ban keras, C4 sebagai ban medium, dan C5 sebagai ban lunak.
Kedua sirkuit tersebut menjadi ajang uji coba untuk strategi baru ini, yang disebut “non-consecutive compound selection” atau pemilihan kompon tidak berurutan.
Biasanya, Pirelli memilih tiga ban secara berurutan dari enam varian utama, mulai dari C1 (terkeras) hingga C6 (terlunak).
Tujuan Strategi: Variasi dan Risiko
Isola menjelaskan bahwa ide di balik pendekatan ini adalah untuk memunculkan variasi strategi pit stop.
Dengan jarak performa yang lebih lebar antara ban keras dan medium, setiap tim akan dihadapkan pada dilema strategis.
Tim yang memilih strategi satu pit stop akan diuntungkan dalam waktu henti, tetapi harus menanggung penalti performa dengan ban yang lebih lambat.
Sebaliknya, tim yang berani mengambil risiko dengan dua pit stop dapat memanfaatkan ban medium dan lunak yang lebih cepat untuk menekan waktu total balapan.
“Tujuannya sederhana,” ujar Isola.
“Kami ingin tim memiliki opsi nyata antara strategi satu atau dua pit stop. Dengan jarak performa ban yang lebih besar, keputusan strategi menjadi lebih menantang dan menarik,” terangnya.
Hasil Simulasi dan Pemilihan Sirkuit
Menurut hasil simulasi internal Pirelli, strategi dua pit stop di Austin dan Meksiko terbukti beberapa detik lebih cepat daripada satu pit stop.
Namun, dalam kondisi normal, tim biasanya lebih memilih strategi satu pit stop karena risikonya lebih kecil, seperti kemungkinan kesalahan pit stop atau terjebak lalu lintas.
Dengan pendekatan baru ini, Pirelli berharap para tim akan lebih terdorong untuk mengambil pendekatan agresif demi meraih keuntungan waktu.
Belajar dari Belgia
Sebelumnya, pendekatan serupa telah diuji pada GP Belgia di Spa-Francorchamps.
Meski cuaca yang tidak menentu menyulitkan analisis hasil, Pirelli menilai eksperimen tersebut cukup menjanjikan untuk dilanjutkan di seri berikutnya.
Isola menambahkan bahwa meski data dari Spa belum sepenuhnya meyakinkan, konsep dasar strategi “lompat kompon” ini tetap relevan untuk diuji lebih lanjut di lintasan dengan karakteristik berbeda seperti Austin dan Meksiko City.
Menuju Balapan yang Lebih Kompetitif
Dengan penerapan strategi baru ini, Pirelli berharap bisa menghidupkan kembali variasi strategi balapan yang kerap hilang karena efisiensi ekstrem tim-tim papan atas.
Kombinasi ban yang lebih beragam diharapkan dapat menghadirkan lebih banyak aksi di lintasan, baik dari segi kecepatan maupun manuver pit stop.
Balapan GP Amerika Serikat akan dimulai pada Jumat pukul 12.30 waktu setempat dan akan menampilkan format Sprint, menambah lapisan strategi tambahan bagi seluruh tim.
Pendekatan inovatif ini mencerminkan bagaimana Pirelli terus berupaya menjaga keseimbangan antara performa, strategi, dan hiburan.
Editor : Lugas Rumpakaadi