RADARBANYUWANGI.ID - F1 kembali bergulir ke Austin, Texas, untuk Grand Prix Amerika Serikat 2025 di Circuit of The Americas (COTA).
Akhir pekan ini akan menjadi momen penting bagi para tim dan pembalap karena Pirelli, pemasok ban resmi F1, membawa kombinasi senyawa ban yang tidak biasa, tiga pilihan non-berurutan yang menantang dalam hal strategi dan performa.
Kombinasi Ban: C1, C3, dan C4
Untuk balapan di COTA, Pirelli menyediakan tiga tipe ban.
C1 sebagai hard, C3 sebagai medium, dan C4 sebagai soft.
Ini merupakan kali kedua musim ini Pirelli membawa kombinasi non-berurutan, setelah sebelumnya diterapkan di Spa-Francorchamps.
C1 dikenal sebagai ban yang paling tahan lama namun berkecepatan paling rendah, sementara C3 menawarkan keseimbangan antara daya tahan dan performa.
C4, di sisi lain, lebih cepat tetapi lebih cepat juga mengalami degradasi, terutama di lintasan panas seperti COTA.
Format Sprint dan Pembagian Ban
Karena format Sprint kembali digunakan di Austin, setiap pembalap hanya akan mendapatkan 12 set ban kering, bukan 13 seperti biasanya.
Rinciannya adalah 2 set hard (C1), 4 set medium (C3), 6 set soft (C4).
Selain itu, setiap pembalap juga menerima 5 set ban intermediate dan 2 set ban hujan penuh untuk kondisi cuaca ekstrem.
Tantangan Strategi dan Ujian Nyata
Dalam pernyataan resminya, Pirelli menegaskan bahwa GP Amerika akan menjadi ujian nyata pertama untuk kombinasi ini.
Saat digunakan di Belgia, cuaca buruk menghalangi tim-tim untuk benar-benar menguji perbedaan antar senyawa.
Menurut Pirelli, ada dua kemungkinan strategi yang bisa muncul.
Strategi satu pit stop menggunakan kombinasi C1 da C3, cocok bagi pembalap yang ingin bermain aman dengan keandalan tinggi.
Atau dengan strategi dua pit stop yang menggabungkan C3 dan C4, memberi kecepatan lebih tinggi namun dengan risiko keausan ban lebih cepat.
Pilihan strategi ini akan sangat dipengaruhi oleh suhu lintasan dan tingkat degradasi yang mungkin lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, mengingat C1 yang dibawa kali ini lebih keras daripada edisi sebelumnya.
Sprint Format Tambah Ketidakpastian
Dengan hanya satu jam sesi latihan sebelum kualifikasi Sprint, tim-tim harus memaksimalkan waktu untuk memahami performa tiap ban dalam kondisi berbeda, baik untuk long run maupun short run.
Keterbatasan ini membuat ketidakpastian strategi semakin besar, terutama di lintasan teknis seperti COTA yang menuntut keseimbangan antara tikungan cepat dan sektor lurus panjang.
GP Amerika 2025 menjanjikan akhir pekan yang menarik karena strategi ban yang bisa menjadi penentu hasil akhir.
Tim yang mampu membaca situasi dengan tepat akan keluar sebagai pemenang sejati di Austin.
Editor : Lugas Rumpakaadi