Crystal Palace dikabarkan telah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi minat besar dari sejumlah klub top Eropa terhadap Adam Wharton, termasuk Liverpool yang terus memantau situasinya menjelang bursa transfer musim dingin Januari 2026.
Sejak resmi bergabung pada Februari 2024, Wharton menjelma menjadi salah satu gelandang muda terbaik di Inggris.
Bersama The Eagles, pemain berusia 21 tahun itu telah memenangkan Piala FA dan Community Shield, sekaligus berperan penting dalam catatan tak terkalahkan selama 18 pertandingan beruntun.
Selain itu, Wharton juga sudah mencatat debutnya bersama tim nasional Inggris, menandakan pesatnya perkembangan sang pemain.
Namun, performa gemilangnya sejak meninggalkan Blackburn Rovers di Championship membuat klub besar seperti Liverpool, Manchester City, dan Real Madrid berlomba untuk merekrutnya sebelum tahun 2026.
Crystal Palace tidak memiliki niat untuk menjual Wharton pada bursa transfer musim dingin mendatang, apa pun tawarannya. Klub menilai sang pemain sebagai bagian penting dari proyek jangka panjang.
Sumber yang sama menyebutkan bahwa Wharton juga belum berencana hengkang, karena fokus membantu Palace mewujudkan ambisi menjuarai UEFA Conference League musim ini.
Selain itu, Wharton diyakini tak ingin mengambil risiko kehilangan tempat di tim nasional Inggris menjelang Piala Dunia 2026. Pelatih Thomas Tuchel memang belum memanggilnya kembali setelah laga melawan Wales dan Latvia, sehingga keputusan bertahan dinilai lebih bijak demi stabilitas kariernya.
Crystal Palace dikenal tegas dalam menjaga pemain bintangnya. Nama-nama seperti Marc Guehi dan Eberechi Eze menjadi bukti bahwa klub hanya bersedia melepas pemain jika ada tawaran yang benar-benar memenuhi valuasi klub.
Dengan kontrak Wharton yang masih berlaku hingga 2029, Palace berada dalam posisi tawar yang sangat kuat.
Namun, di sisi lain, sang gelandang muda diperkirakan akan mencari tantangan di level Eropa, terutama di Liga Champions, sesuatu yang sulit dicapai Palace tanpa memenangkan kompetisi Eropa secara beruntun.
Jika dalam dua musim ke depan Palace gagal menunjukkan progres di Premier League, Wharton bisa mulai mempertimbangkan tawaran dari raksasa seperti Liverpool, Manchester City, atau Real Madrid.
Untuk saat ini, Wharton akan tetap memusatkan perhatian pada performanya bersama Palace, terutama menghadapi tujuh laga penting antara 18 Oktober hingga 9 November 2025.
Dengan kemampuan membaca permainan, ketenangan, dan distribusi bola yang matang, Adam Wharton terus membuktikan diri sebagai motor penggerak lini tengah Crystal Palace, sekaligus menjadi salah satu aset paling berharga sepak bola Inggris saat ini.
Apakah Palace mampu mempertahankan bintang muda mereka dari godaan Liverpool dan Real Madrid? Waktu akan menjawab, tetapi satu hal pasti, Adam Wharton kini menjadi pusat perhatian bursa transfer Eropa. (*)
Editor : Niklaas Andries