RADARBANYUWANGI.ID - Setelah lebih dari satu dekade menjadi bagian tetap dari grid F1, Valtteri Bottas kini menghadapi babak baru dalam kariernya.
Musim 2025 menjadi tahun pertama sejak 2012 di mana pembalap asal Finlandia itu tidak memiliki kursi balap tetap.
Setelah berpisah dengan Sauber di akhir 2024, Bottas kembali ke tim lamanya, Mercedes, bukan sebagai pembalap utama, melainkan sebagai pembalap cadangan.
Kembali ke Mercedes: Rumah Lama, Peran Baru
Bagi Bottas, kembali ke Mercedes terasa seperti pulang ke rumah.
Bersama tim ini, ia meraih 10 kemenangan dan 67 podium antara 2017 hingga 2021, serta menjadi bagian penting dalam dominasi era turbo-hybrid.
Namun, kali ini perannya berbeda, bukan sebagai pemburu kemenangan, melainkan penjaga kesiapan di balik layar.
Sebagai pembalap cadangan, Bottas bertugas untuk menggantikan pembalap utama jika terjadi keadaan darurat seperti sakit atau cedera.
Ia juga terlibat aktif dalam simulasi, rapat teknis, dan kegiatan sponsor.
Seperti yang dijelaskan Bottas, setiap akhir pekan Grand Prix memiliki dinamika tersendiri, beberapa penuh aktivitas, sementara lainnya lebih tenang namun tetap menuntut kesiapsiagaan.
Belajar, Membimbing, dan Tetap Siaga
Meskipun tidak turun langsung di lintasan, Bottas tidak kehilangan semangat kompetitifnya.
Ia menggunakan pengalamannya untuk membantu pembalap muda Kimi Antonelli yang menjalani musim debut bersama Mercedes.
Di Grand Prix Singapura, Bottas bahkan memberikan tips langsung kepada Antonelli tentang karakteristik sirkuit, yang kemudian membantu pembalap muda itu finis di posisi kelima.
Peran mentor ini menunjukkan sisi baru Bottas, seorang pembalap berpengalaman yang tak hanya fokus pada dirinya, tetapi juga berkontribusi pada regenerasi talenta di F1.
Tantangan dan Perspektif Baru
Menjadi pembalap cadangan tentu bukan posisi yang diimpikan Bottas.
Namun, ia melihat tahun 2025 sebagai kesempatan untuk memahami kembali olahraga yang telah menjadi hidupnya.
“Saya rasa tahun ini membuat saya jauh lebih menghargai olahraga ini,” ungkap Bottas.
Ia kini lebih memahami betapa kompleksnya operasi tim Formula 1, mulai dari strategi komunikasi hingga koordinasi teknis di balik layar.
Keterlibatan langsung dengan tim dalam rapat dan simulasi memberinya wawasan yang akan sangat berguna ketika ia kembali membalap penuh waktu bersama Cadillac pada musim 2026.
Menjaga Semangat dan Menikmati Proses
Meski kalendernya tidak diisi dengan balapan, Bottas tetap aktif.
Ia masih sempat mengemudikan mobil F1 di beberapa kesempatan, seperti saat mengendarai McLaren 2023 di Barcelona, tampil di Goodwood Festival of Speed, dan melakukan uji coba dengan Mercedes W13 di Korea Selatan.
Di luar itu, Bottas juga belajar untuk menikmati waktu luang, sesuatu yang jarang bisa dilakukan ketika menjadi pembalap utama.
Ia mengaku lebih santai di akhir pekan, mencoba restoran baru, hingga menikmati suasana kota tempat balapan berlangsung tanpa tekanan kompetisi.
Menuju Comeback Bersama Cadillac
Semua pengalaman ini ternyata bukan tanpa tujuan.
Bottas telah mengamankan kursi balap penuh waktu bersama tim F1 baru, Cadillac, untuk musim 2026.
Langkah ini menjadi pembuktian bahwa kesabarannya di tahun 2025 bukanlah kemunduran, melainkan strategi matang untuk kembali lebih kuat.
“Tujuan utama saya adalah kembali ke grid, dan kini saya sudah mencapainya,” ujar Bottas dengan optimisme.
Ia mengaku tidak sabar menantikan seri pembuka musim depan di Melbourne, tempat di mana hasratnya untuk kembali ke lintasan akan akhirnya terwujud.
Editor : Lugas Rumpakaadi