RADARBANYUWANGI.ID - Ducati secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka akan menambah jumlah motor spesifikasi pabrikan terbaru menjadi empat unit untuk musim MotoGP 2026.
Namun, kabar mengejutkan datang dari tim satelit Pertamina Enduro VR46 yang memutuskan untuk menolak motor Desmosedici GP26 kedua.
Keputusan ini langsung berdampak pada peta kekuatan tim-tim Ducati di lintasan, terutama bagi Gresini Racing.
Secara hierarki, VR46 merupakan tim satelit yang mendapat dukungan penuh dari pabrikan Ducati, sedangkan Gresini berstatus sebagai tim privat.
Kendati demikian, hasil negosiasi intensif menghasilkan keputusan bahwa musim depan Gresini akan mengoperasikan satu motor GP26 untuk Alex Marquez dan satu GP25.
Sementara itu, VR46 tetap mempertahankan kombinasi satu motor GP26 untuk Fabio Di Giannantonio dan satu GP25 untuk Franco Morbidelli.
Manajer Tim VR46, Pablo Nieto, menjelaskan bahwa keputusan menolak motor pabrikan kedua bukanlah langkah emosional, melainkan hasil pertimbangan matang dari sisi finansial dan teknis.
Menurutnya, biaya operasional dua motor dengan spesifikasi terbaru jauh lebih tinggi dibandingkan konfigurasi saat ini.
“Tentu saja, biaya untuk dua motor pabrikan lebih tinggi. Itu poin kuncinya,” ujar Nieto, dikutip dari Motorsport, Selasa (14/10/2025).
Nieto juga menyoroti aspek teknis yang memengaruhi keputusan tersebut.
Menurutnya, jarak performa antara versi motor Ducati semakin kecil setiap tahunnya.
“Lompatan dari GP23 ke GP24 sangat besar, tetapi antara GP24 ke GP25, dan kemungkinan GP25 ke GP26, tidak terlalu signifikan karena pengembangan mesin sudah dibekukan,” jelasnya.
Dengan demikian, VR46 memilih menjaga konsistensi dan efisiensi ketimbang mengejar pembaruan yang dianggap tidak membawa perbedaan berarti.
Namun, keputusan itu justru menjadi keuntungan besar bagi Gresini Racing.
Alex Marquez, yang tampil impresif sepanjang musim 2025, akan mengendarai Desmosedici GP26, motor yang sama dengan sang kakak, Marc Marquez, di tim pabrikan Ducati.
Manajer Tim Gresini, Michele Masini, menyebut langkah Ducati memberi Alex motor terbaru sebagai bentuk apresiasi atas performanya.
“Ya, benar-benar layak. Kinerja luar biasa, komitmen, dan hasil Alex musim ini membuatnya pantas mendapatkan GP26,” ungkap Masini.
Dari sisi pabrikan, keputusan ini juga menguntungkan Ducati.
Dengan empat unit GP26 yang turun di lintasan, mereka akan mendapatkan lebih banyak data dan umpan balik teknis untuk pengembangan jangka panjang, terutama dalam menyiapkan Desmosedici GP27.
Pablo Nieto bahkan menyebut bahwa penambahan satu motor pabrikan lagi di grid akan mempercepat proses analisis performa dan strategi pengembangan Ducati secara keseluruhan.
Keputusan VR46 ini membuka babak baru dalam keseimbangan kekuatan antar tim Ducati.
Sementara VR46 bermain aman dengan stabilitas dan efisiensi, Gresini mendapat peluang besar untuk tampil lebih kompetitif.
MotoGP 2026 pun menjanjikan pertarungan yang semakin menarik, tidak hanya di lintasan, tetapi juga di balik layar antara strategi teknis dan politik pabrikan yang kian kompleks.
Editor : Lugas Rumpakaadi