Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Statistik Menakjubkan, Lewis Hamilton dan Rekor Lap Tercepat F1 yang Sulit Dipecahkan

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 14 Oktober 2025 | 13:57 WIB
Rekor Lewis Hamilton selama menjadi pembalap F1.
Rekor Lewis Hamilton selama menjadi pembalap F1.

RADARBANYUWANGI.ID - Dalam dunia F1 yang penuh persaingan sengit dan perubahan teknologi yang cepat, konsistensi menjadi ukuran sejati kehebatan seorang pembalap.

Lewis Hamilton kembali membuktikan kualitasnya dengan mencatat lap tercepat di Grand Prix Singapura 2025, yang sekaligus memperpanjang rekornya menjadi 16 musim berturut-turut selalu mencatatkan lap tercepat.

Sebuah pencapaian yang membuatnya melampaui rekor legendaris Michael Schumacher, sang pemegang rekor sebelumnya dengan 15 musim beruntun (1992–2006).

Awal Karier dan Awal Rekor

Hamilton memulai debutnya di F1 pada tahun 2007 bersama McLaren.

Ia langsung tampil impresif dengan meraih posisi runner-up di musim pertamanya dan menjadi juara dunia di tahun berikutnya.

Namun, torehan lap tercepatnya saat itu masih minim, hanya tiga kali pada musim 2008.

Musim 2009 menjadi masa sulit bagi Hamilton, ketika McLaren gagal bersaing di papan atas.

Meskipun demikian, sejak 2010, Hamilton tidak pernah absen mencatatkan lap tercepat di setiap musim.

Inilah awal dari rekor panjang yang kini menempatkannya di atas semua pembalap lain dalam sejarah modern F1.

Era McLaren: Dari Potensi ke Konsistensi

Pada 2010, Hamilton mulai menunjukkan kemampuannya dalam menjaga kecepatan di setiap lintasan.

Ia mencatat lima lap tercepat, jumlah terbanyak bersama Fernando Alonso.

Meskipun belum meraih gelar juara, performanya stabil dan menunjukkan kematangan balapan.

Di musim 2011 dan 2012, performanya sempat naik turun, namun ia tetap mampu mencatat beberapa lap tercepat, menandakan kecepatan mentahnya tidak pernah hilang.

Perpindahannya ke Mercedes pada 2013 menjadi titik balik besar dalam kariernya.

Era Mercedes dan Dominasi Tak Terbantahkan

Ketika Formula 1 memasuki era turbo hybrid pada 2014, Mercedes menjelma menjadi kekuatan dominan, dan Hamilton menjadi simbol dari era itu.

Ia meraih tujuh lap tercepat pada 2014, diikuti musim luar biasa 2015 di mana hampir setiap balapan memperlihatkan kecepatan superiornya.

Hamilton bahkan sering mencatat lap tercepat bukan hanya karena keunggulan mobil, tetapi juga karena strategi pitstop cerdas yang memungkinkannya memaksimalkan ban segar di akhir balapan, sebuah taktik yang kini banyak ditiru oleh tim-tim lain.

Pertarungan Era Hybrid: Dari Vettel hingga Verstappen

Meski sempat mendapat perlawanan sengit dari Sebastian Vettel dan Max Verstappen, Hamilton terus mempertahankan tradisi mencatat lap tercepat setiap musim.

Pada 2019, ketika Formula 1 kembali memberikan poin bonus untuk lap tercepat, Hamilton menegaskan dominasinya dengan enam torehan lap tercepat, termasuk di Monza dengan margin lebih dari satu detik dari rivalnya.

Bahkan pada musim 2020 yang terpengaruh pandemi, ia tetap menunjukkan ketepatan dan kecepatan luar biasa di berbagai lintasan, dari Silverstone hingga Imola.

Melewati Era Ground-Effect dan Tantangan Baru

Seiring perubahan regulasi besar pada 2022 yang memperkenalkan kembali konsep ground-effect, performa Mercedes sempat menurun.

Namun Hamilton tetap kompetitif, mencatat lap tercepat di Silverstone dan Hungaroring, bahkan ketika mobilnya bukan yang tercepat.

Musim berikutnya, ia kembali membuktikan kualitasnya di lintasan-lintasan legendaris seperti Monako dan Meksiko.

Puncaknya datang di Grand Prix Singapura, di mana ia mencatat waktu 1 menit 33,808 detik, lebih cepat 0,765 detik dari Pierre Gasly, dan memperpanjang rekor pribadinya menjadi 16 musim berturut-turut.

Rekor dan Warisan

Kini Hamilton mengoleksi 68 lap tercepat, berada di posisi kedua sepanjang masa di belakang Michael Schumacher dengan 77 lap tercepat.

Di bawahnya, Kimi Räikkönen menempati posisi ketiga dengan 46 lap.

Namun, yang membuat rekor Hamilton istimewa bukan hanya jumlahnya, melainkan konsistensi tanpa putus selama lebih dari satu setengah dekade, sebuah prestasi yang belum pernah dicapai pembalap lain di era modern Formula 1

Lap tercepat mungkin tidak selalu menentukan kemenangan, tetapi dalam dunia Formula 1, hal itu mencerminkan satu hal penting, yaitu kecepatan murni.

Hamilton telah membuktikan bahwa di balik setiap balapan yang panjang dan rumit, kecepatan tetaplah jiwa dari olahraga ini.

Dengan rekor 16 musim beruntun mencatatkan lap tercepat, Lewis Hamilton tidak hanya menulis ulang statistik, tetapi juga menegaskan dirinya sebagai ikon kecepatan abadi dalam sejarah Formula 1.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#formula 1 #lewis hamilton #michael schumacher #f1