Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pesona dan Polemik WAGs F1, Dari Alexandra Saint Mleux hingga Kelly Piquet

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 14 Oktober 2025 | 13:37 WIB
Alexandra Saint Mleux dan Kelly Piquet, pasangan pembalap F1.
Alexandra Saint Mleux dan Kelly Piquet, pasangan pembalap F1.

RADARBANYUWANGI.ID - Formula 1 (F1) dikenal sebagai ajang balap paling bergengsi di dunia, tempat adu kecepatan, strategi, dan inovasi teknologi berpadu dalam satu panggung.

Namun di balik deru mesin dan aroma bensin, ada sisi lain yang tak kalah mencuri perhatian, dunia glamor para WAGs, singkatan dari wives and girlfriends, istri atau kekasih para pembalap.

Belakangan, sorotan terhadap para WAGs kembali menjadi perbincangan hangat setelah pembalap Williams, Carlos Sainz, melontarkan kritik terhadap produser siaran televisi F1.

Seusai Grand Prix Singapura, di mana ia berhasil naik dari posisi ke-18 ke posisi ke-10, Sainz menilai kamera terlalu sering menyorot area VIP tempat para WAGs berada, alih-alih fokus pada aksi di lintasan.

“Dulu menarik ketika kamera menyorot wajah-wajah cantik, tetapi sekarang sudah berlebihan. Fokusnya seharusnya pada balapan. Mereka bahkan melewatkan aksi salip saya dan duel Alonso vs Hamilton,” ujar Sainz.

Ironisnya, ketika kritik itu diucapkan, kamera justru menyorot kekasihnya, Rebecca Donaldson, bersama Magui Corceiro, pacar Lando Norris.

Momen keduanya yang mengobrol santai di paddock viral di media sosial, sementara aksi menyalip Sainz hanya terekam sekilas.

Dari Grace Kelly hingga Era Netflix

Hubungan antara F1 dan dunia glamor sudah mengakar sejak lama.

Monako Grand Prix, misalnya, menjadi simbol kemewahan Eropa bukan hanya karena lintasannya yang legendaris, tetapi juga karena kehadiran Grace Kelly, bintang Hollywood yang menikah dengan Pangeran Rainier III.

Gaya flamboyan James Hunt, juara dunia 1976, juga memperkuat citra F1 sebagai olahraga yang identik dengan kehidupan mewah dan penuh pesona.

Ia menjelma simbol “hidup cepat, mencintai lebih cepat.”

Kini, citra glamor F1 kembali bangkit berkat serial Netflix Drive to Survive.

Tayangan ini membawa dimensi baru dengan mengungkap drama di balik layer, persaingan sengit antar pembalap, intrik tim, hingga kisah cinta yang menarik perhatian generasi muda dan penonton wanita.

Glamor yang Tak Terpisahkan dari Dunia F1

Meski kritik Sainz menuai simpati dari sebagian penggemar, banyak pula yang berpendapat bahwa pesona para WAGs justru menjadi daya tarik tersendiri bagi F1.

Sejak era James Hunt, Niki Lauda, hingga Ayrton Senna, kehadiran perempuan di sekitar para pembalap selalu menjadi bagian dari citra glamor dunia balap.

Kini, para WAGs bukan sekadar pendamping, melainkan figur publik yang memiliki peran besar dalam membentuk citra tim dan pembalap.

Mereka tampil sebagai ikon mode, influencer, dan duta merek global.

Di sirkuit-sirkuit mewah seperti Monako atau Singapura, senyum dan gaya mereka bisa seketika menjadi pusat perhatian dunia.

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Alexandra Saint Mleux, kekasih pembalap Ferrari Charles Leclerc.

Dikenal dengan gaya khas Paris yang elegan dan anjing kecilnya, Leo, Alexandra kerap dijuluki media sebagai “ibu negara paddock”.

Sementara itu, Kelly Piquet, kekasih Max Verstappen sekaligus putri legenda F1 Nelson Piquet, tak pernah lepas dari sorotan.

Setiap kemunculannya selalu dianalisis, mulai dari busana hingga pengaruhnya terhadap citra tim Red Bull Racing.

Antara Kritik dan Realitas Hiburan

Meski Sainz berharap kamera lebih fokus pada aksi di lintasan, kenyataannya F1 telah berevolusi menjadi lebih dari sekadar olahraga.

Dunia balap ini juga merupakan pertunjukan hiburan global yang memadukan kecepatan, emosi, dan glamor.

Keberadaan para WAGs seperti Rebecca Donaldson, Alexandra Saint Mleux, dan Kelly Piquet memperkaya citra F1 di mata publik.

Mereka bukan hanya bintang pendamping, tetapi bagian dari narasi besar yang menjadikan Formula 1 lebih hidup dan menarik bagi jutaan penonton di seluruh dunia.

Sebagaimana pernah diungkapkan oleh seorang komentator veteran.

“Kalau sepak bola punya WAGs yang menghidupkan semangat, F1 punya bintang-bintang wanita yang membuat balapan lebih hidup,” ungkapnya.

Sorotan kamera mungkin bisa bergeser, tetapi pesona glamor di balik F1 tampaknya akan selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut kehidupan paddock.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#formula 1 #rebecca donaldson #Kelly Piquet #Wags #f1 #carlos sainz #Alexandra Saint Mleux