Bagi penggemar Liverpool, jeda internasional musim ini datang pada waktu yang tepat. Setelah awal musim yang tak stabil, momen ini menjadi kesempatan bagi pasukan Arne Slot untuk melakukan evaluasi dan membenahi performa.
Meski sempat menorehkan hasil positif di awal musim, The Reds kehilangan konsistensi. Sebelum jeda internasional, mereka menelan tiga kekalahan beruntun di semua ajang — melawan Galatasaray, Chelsea, dan Crystal Palace. Kekalahan 1–2 dari Chelsea bahkan membuat posisi puncak Premier League direbut oleh Arsenal, meski selisihnya hanya satu poin.
Padahal, Liverpool telah menggelontorkan dana lebih dari £400 juta (sekitar Rp8,24 triliun) untuk memperkuat skuad pada musim panas 2025. Namun, hasil di lapangan belum sesuai ekspektasi. Meski begitu, mengingat masa transisi dan duka atas meninggalnya Diogo Jota, ketidaksempurnaan ini bisa dimaklumi.
Berikut adalah peringkat performa tujuh pemain baru Liverpool musim ini, berdasarkan kontribusi dan dampaknya sejauh ini (tidak termasuk kiper cadangan Freddie Woodman).
7. Jeremie Frimpong
Menggantikan Trent Alexander-Arnold jelas bukan tugas mudah, dan Frimpong merasakannya.
Pemain asal Belanda ini dikenal dengan kecepatan dan gaya menyerang saat memperkuat Bayer Leverkusen, namun kini harus menyesuaikan diri sebagai bek kanan murni di sistem Arne Slot.
Ia sempat mencetak gol “keberuntungan” di Community Shield, tetapi setelah itu, baru sekali menjadi starter di Premier League, tepatnya melawan Bournemouth — laga yang justru diwarnai cedera.
Sejak pulih, Frimpong kesulitan bersaing dengan Dominik Szoboszlai atau Conor Bradley, bahkan tampil kurang meyakinkan ketika Liverpool kalah dari Galatasaray di Liga Champions.
6. Florian Wirtz
Direkrut dengan harga fantastis £125 juta (sekitar Rp2,57 triliun), Wirtz diharapkan menjadi motor kreatif baru Liverpool. Namun, sejauh ini penampilannya belum sesuai harapan.
Sejak memberikan assist di Community Shield, pemain berusia 22 tahun itu belum mencetak gol maupun assist dalam sembilan laga terakhir. Ia juga kerap bermain terlalu dalam, sehingga kontribusinya di sepertiga akhir lapangan terbatas.
Meski begitu, statistik menunjukkan potensi besar. Wirtz mencatat rata-rata 4,48 aksi menciptakan peluang per 90 menit, menjadikannya salah satu kreator terbanyak di Premier League. Fans Liverpool hanya perlu bersabar menunggu konsistensinya muncul.
5. Milos Kerkez
Bek kiri asal Hungaria ini langsung dipercaya menjadi pengganti Andrew Robertson di musim debutnya. Sayangnya, performanya masih angin-anginan.
Kerkez belum menyumbang gol atau assist dalam 11 pertandingan bersama Liverpool. Penampilan terburuknya terjadi saat melawan Burnley, di mana ia harus ditarik keluar setelah 38 menit karena tampil buruk.
Kendati demikian, dengan usia baru 21 tahun, ia masih punya waktu untuk berkembang. Slot masih memberikan kepercayaan penuh agar Kerkez beradaptasi dan menemukan ritme terbaiknya.
4. Alexander Isak
Didatangkan dari Newcastle United seharga £125 juta (sekitar Rp2,57 triliun), Alexander Isak perlahan mulai menunjukkan potensinya meski datang tanpa pramusim.
Striker asal Swedia itu telah mencatat dua kontribusi gol dalam empat pertandingan terakhir, termasuk satu gol ke gawang Southampton di EFL Cup dan satu assist untuk Cody Gakpo melawan Chelsea. Kini, ia tampak semakin siap tampil penuh dan beradaptasi dalam pola permainan Slot.
Masih banyak yang bisa dikembangkan dari Isak, namun progresnya sejauh ini patut diapresiasi.
3. Giorgi Mamardashvili
Kiper asal Georgia ini tampil mengesankan sejak debutnya menggantikan Alisson Becker yang cedera. Meski harus tampil di laga berat melawan Galatasaray, Mamardashvili berhasil menjaga gawang tanpa kebobolan selama 34 menit pertamanya di Liga Champions.
Dalam laga kontra Chelsea, ia juga mencatat empat penyelamatan krusial yang mencegah kekalahan lebih besar. Walau belum ada kepastian soal lamanya cedera Alisson, performa Mamardashvili memberikan ketenangan bagi fans dan tim.
2. Giovanni Leoni
Tragedi menimpa Giovanni Leoni dalam debutnya bersama Liverpool di EFL Cup melawan Southampton. Bek muda berusia 18 tahun itu mengalami cedera ligamen anterior (ACL), mirip seperti yang dialami Jurrien Timber di Arsenal dua tahun sebelumnya.
Padahal, sebelum cedera, Leoni tampil luar biasa: enam sapuan, tiga intersep, tiga recovery, dan memenangkan seluruh duel udara. Andai tak cedera, ia berpeluang besar menjadi pemain inti mengingat krisis bek tengah yang dialami The Reds.
Fans kini menantikan comeback sang wonderkid dengan penuh harap.
1. Hugo Ekitike
Inilah bintang utama Liverpool musim ini! Hugo Ekitike langsung mencuri perhatian sejak awal kedatangannya.
Meski sempat terkena kartu merah kontroversial, striker asal Prancis tersebut tampil luar biasa dengan lima gol dari 10 pertandingan, termasuk tiga laga pertama beruntun mencetak gol — prestasi yang terakhir kali dicapai oleh Daniel Sturridge pada 2013.
Menariknya, ia belum pernah bermain penuh 90 menit di Premier League musim ini. Berdasarkan data, hanya Erling Haaland dan Antoine Semenyo yang memiliki rasio gol dan assist per 90 menit lebih tinggi darinya.
Meski lawan yang dihadapi belum terlalu berat, performa Ekitike membuktikan bahwa Liverpool tak salah memilih striker baru untuk masa depan. (*)
Editor : Niklaas Andries