Dunia olahraga adalah panggung keajaiban di mana bakat, kerja keras, dan ambisi berpadu menjadi sejarah. Salah satu keindahannya adalah munculnya para atlet muda yang mampu menembus batas dan bersinar di usia remaja — usia ketika kebanyakan orang baru belajar menemukan arah hidup.
Meski dunia olahraga profesional dikenal kejam dan kompetitif, sejumlah atlet luar biasa telah membuktikan bahwa kejayaan tak mengenal usia.
Contoh paling baru adalah Lamine Yamal, pemain berusia 17 tahun yang tengah menjadi sorotan dunia. Bersama Barcelona dan tim nasional Spanyol, Yamal tampil luar biasa dan berperan penting dalam keberhasilan Spanyol menjuarai Euro 2024.
Namun, sebelum Yamal mencuri perhatian, dunia olahraga telah melahirkan banyak remaja luar biasa yang lebih dulu menulis kisah legendaris. Berikut adalah 10 atlet remaja terhebat sepanjang masa.
10. Kylian Mbappe (Sepak Bola)
Karier Kylian Mbappe punya kemiripan dengan Lamine Yamal — sama-sama fenomena sejak usia belasan. Pada usia 17 tahun, Mbappe membawa AS Monaco menjuarai Ligue 1 dan mencetak gol di Liga Champions melawan Manchester City, Borussia Dortmund, serta Juventus.
Bakat luar biasanya membuat Paris Saint-Germain rela mengeluarkan €180 juta (sekitar Rp3,1 triliun) untuk merekrutnya. Puncaknya tiba di Piala Dunia 2018, saat ia mencetak dua gol ke gawang Argentina dan satu di final melawan Kroasia, menjadi remaja kedua setelah Pele yang mencetak gol di final Piala Dunia.
9. Bjorn Borg (Tenis)
Legenda tenis asal Swedia ini bukan sekadar atlet hebat, tapi juga ikon yang merevolusi olahraga tenis pada akhir 1970-an.
Sebagai remaja, Borg menjuarai Prancis Terbuka dua kali dan menjadi bintang global. Tak lama kemudian, ia mengukir rekor dengan lima gelar Wimbledon berturut-turut hanya dua minggu setelah berulang tahun ke-20.
Kesuksesan Borg membuka jalan bagi generasi muda seperti Mats Wilander dan Boris Becker untuk mengikuti jejaknya.
8. Luke Littler (Darts)
Nama Luke Littler melambungkan olahraga darts ke level baru.
Sejak debut di Kejuaraan Dunia 2024, remaja Inggris berusia 17 tahun ini langsung mencuri perhatian dunia.
Ia menjadi juara dunia termuda dan kini sudah masuk 10 besar peraih gelar major PDC. Littler juga menjuarai Premier League of Darts 2024 serta menjadi pemain termuda yang mencetak nine-dart finish di televisi — pencapaian yang membuat banyak orang menyamakannya dengan legenda Phil Taylor.
7. Nadia Comaneci (Senam Artistik)
Nama Nadia Comaneci adalah simbol kesempurnaan dalam dunia olahraga. Pada Olimpiade Montreal 1976, gadis Rumania berusia 14 tahun ini menjadi atlet pertama yang memperoleh nilai sempurna 10,0.
Ia memenangkan lima medali emas Olimpiade dan sembilan medali secara keseluruhan selama masa remajanya, menjadikannya ikon keanggunan dan kesempurnaan dalam dunia senam.
6. Martina Hingis (Tenis)
Di pertengahan 1990-an, Martina Hingis menjadi ratu tenis dunia di usia yang sangat muda.
Pada usia 16 tahun, ia mencapai empat final Grand Slam dan memenangkan tiga di antaranya.
Bahkan, pada usia 15 tahun, ia sudah menjuarai ganda Wimbledon, menjadikannya salah satu pemain termuda yang pernah meraih gelar prestisius itu. Sayangnya, karier cemerlangnya terhambat serangkaian cedera yang memaksanya mundur di usia muda.
5. Katie Ledecky (Renang)
Amerika Serikat dikenal melahirkan banyak perenang hebat, tetapi Katie Ledecky menempati tempat khusus. Pada usia 15 tahun, ia memenangkan emas 800 meter gaya bebas di Olimpiade London 2012.
Empat tahun kemudian di Rio 2016, Ledecky menorehkan sejarah dengan merebut empat emas di nomor 200m, 400m, 800m, serta estafet 4x200m gaya bebas. Ia juga memecahkan 13 rekor dunia di usia remaja, menjadikannya salah satu atlet wanita paling dominan dalam sejarah renang.
4. Monica Seles (Tenis)
Sebelum berusia 20 tahun, Monica Seles telah memenangkan delapan gelar Grand Slam, termasuk tiga di Prancis Terbuka.
Ia menjadi juara termuda Roland-Garros pada usia 16 tahun dan sempat mendominasi dunia tenis. Sayangnya, insiden tragis di usia 19 tahun — ketika ia ditusuk oleh penonton saat bertanding — menghentikan laju kariernya.
Meski sempat kembali dan menjuarai Australia Terbuka 1996, Seles tak pernah benar-benar pulih secara mental.
3. Steffi Graf (Tenis)
Tidak ada yang mampu menandingi pencapaian Steffi Graf di usia remaja. Pada tahun 1988, di usia 18 tahun, ia mencatat sejarah dengan meraih “Golden Slam” — menjuarai keempat Grand Slam dan meraih emas Olimpiade Seoul dalam satu tahun kalender.
Graf juga memegang rekor 377 minggu sebagai petenis nomor satu dunia, menjadikannya salah satu atlet paling dominan dalam sejarah olahraga.
2. Michael Phelps (Renang)
Sebagian besar kesuksesan Michael Phelps datang di usia remaja. Pada usia 19 tahun di Olimpiade Athena 2004, ia meraih delapan medali (enam emas, dua perunggu), menyamai rekor dunia.
Phelps memenangkan gelar dunia pertamanya pada usia 16 tahun dan memecahkan 14 rekor dunia selama masa remajanya.
Kini, ia tercatat sebagai atlet Olimpiade tersukses sepanjang masa, dengan total 28 medali, termasuk 23 emas.
1. Pele (Sepak Bola)
Di puncak daftar, tak ada nama lain selain Pele — ikon sepak bola dunia yang menorehkan sejarah di usia 17 tahun.
Pada Piala Dunia 1958, ia mencetak hat-trick di semifinal melawan Prancis dan dua gol di final melawan Swedia, membawa Brasil menjadi juara dunia.
Pele masih memegang rekor sebagai pemain termuda yang mencetak gol dan memenangkan Piala Dunia. Nomor punggung 10 yang dikenakannya kini menjadi simbol kehebatan dalam sepak bola — warisan yang akan hidup selamanya. (*)
Editor : Niklaas Andries