RADARBANYUWANGI.ID - Enam laga berlalu, dan satu fakta mengejutkan muncul dari Serie A 2025/2026: Massimiliano Allegri adalah pelatih paling ‘pelit rotasi’ di Italia!
D
ari total enam pertandingan AC Milan, Allegri hanya menggunakan 15 pemain sebagai starter.
Bahkan ketika klub-klub rival sibuk menggonta-ganti skuad demi kompetisi Eropa, Milan justru tampil solid tanpa banyak eksperimen.
Dan hasilnya? Stabilitas mengerikan yang justru bikin lawan ketar-ketir.
Alasan Allegri sederhana tapi tajam — “Kalau mesin lagi panas, jangan diutak-atik.”
Dengan kata lain, ia percaya sepenuhnya pada performa para pemain intinya yang sedang dalam mode “super”.
Contohnya, Luka Modric, sang maestro berusia 40 tahun, menjadi jantung permainan Milan.
Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Hari Ini 11 Oktober: Termahal Tembus Rp2,085 Juta, Termurah Cuma Rp375 Ribu
Modric sudah mencatat 368 operan sukses di Serie A musim ini, lebih banyak dari pemain mana pun di seluruh liga.
Ia seolah membuktikan bahwa usia hanyalah angka — dan bahwa “tangan tua” masih bisa mengatur ritme anak muda di lapangan.
Lalu ada Christian Pulisic, bintang Amerika yang dinobatkan sebagai pemain terbaik bulan September.
Dan jangan lupakan Mateo Gabbia, si tembok pertahanan yang belum absen satu menit pun dari 540 menit laga Serie A musim ini.
Namun, di balik semua pujian itu, satu nama terus menjadi bahan perdebatan: Rafael Leao.
Fans dan pengamat menyebutnya “malas turun”, “ogah bantu pertahanan”, dan “hanya aktif kalau bola di kaki.”
Tapi seperti biasa, angka tak pernah bohong.
Sejak 2021, Rafael Leao selalu menutup musim dengan lebih dari 20 gol dan assist.
Artinya, meski dikritik “setengah malas”, Leao tetap menjadi pembeda sejati dalam skuad Rossoneri.
Banyak yang bilang Allegri “gila” tak mau rotasi pemain, tapi dengan performa Modric yang abadi, Pulisic yang tajam, dan Leao yang konsisten, mungkin Allegri justru sedang waras di dunia yang panik.
Satu hal jelas: jika stabilitas ini terus terjaga, AC Milan bisa jadi ancaman serius dalam perebutan scudetto musim ini. (*)
Editor : Ali Sodiqin