MU dan Crystal Palace Kepincut Jobe Bellingham, Bintang Muda Dortmund yang Terpinggirkan
Dua klub Premier League, Manchester United dan Crystal Palace, dikabarkan tengah mengamati secara intens perkembangan Jobe Bellingham, gelandang muda Borussia Dortmund yang kini mulai frustrasi akibat minimnya menit bermain.
Pemain berusia 20 tahun itu bergabung ke Signal Iduna Park pada musim panas lalu setelah tampil gemilang bersama Sunderland, klub yang berhasil promosi ke Premier League.
Namun, awal kariernya di Jerman tidak berjalan mulus. Hingga kini, ia baru dua kali menjadi starter di Bundesliga dengan total enam penampilan dan hanya 186 menit bermain.
Tak Masuk Rencana Utama Niko Kovač
Borussia Dortmund sedang berada dalam tren positif tanpa kekalahan selama enam bulan terakhir. Pelatih Niko Kovač pun memilih mempertahankan komposisi pemain yang sudah solid, alih-alih memberi kesempatan bagi pemain muda seperti Jobe.
Situasi itu disebut membuat Bellingham frustrasi, begitu pula sang ayah, Mark Bellingham, yang dikenal aktif mengarahkan karier putranya. Ketidakpastian di Dortmund membuat rumor kepindahan Jobe kembali mencuat lebih cepat dari yang diperkirakan.
Manchester United dan Crystal Palace Siap Rebutan
Manchester United dan Crystal Palace sudah menaruh minat terhadap Jobe sejak jendela transfer musim panas lalu. Kedua klub tersebut kini dikabarkan siap kembali bergerak untuk merekrutnya pada bursa transfer 2026.
Sebelumnya, baik MU maupun Palace sudah mencoba mendekati sang pemain, namun Bellingham memilih mengikuti jejak kakaknya, Jude Bellingham, yang lebih dulu bersinar di Bundesliga bersama Dortmund.
Pemain asal Inggris itu menandatangani kontrak hingga Juni 2030 dengan nilai transfer mencapai £26 juta (sekitar Rp520 miliar), membuat Dortmund tak akan melepasnya dengan harga murah.
Langkah yang Kurang Tepat?
Musim lalu, Bellingham menjadi salah satu kunci keberhasilan Sunderland naik ke Premier League. Karena itu, kepindahannya ke Dortmund dianggap sebagai loncatan besar dalam kariernya.
Namun kenyataannya, sang gelandang justru kesulitan menembus tim utama dan lebih sering menghuni bangku cadangan.
Meski Dortmund termasuk klub elite Eropa dengan tradisi kuat dalam mengembangkan pemain muda, minimnya jam terbang bisa menghambat progres karier Jobe di usia emasnya.
Dengan ketertarikan klub-klub Premier League dan situasinya yang belum stabil di Jerman, masa depan Jobe Bellingham kini menjadi salah satu cerita transfer paling dinantikan jelang tahun 2026.
Apakah Jobe akan bertahan di Dortmund untuk memperjuangkan tempatnya, atau kembali ke Inggris demi menyelamatkan kariernya? Waktu yang akan menjawab. (*)
Editor : Niklaas Andries