Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Uji Coba Rompi Pendingin di F1, Efektif Lawan Panas Ekstrem atau Sekadar Gimmick?

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 10 Oktober 2025 | 16:27 WIB
FIA umumkan peringatan panas pertama di F1 GP Singapura.
FIA umumkan peringatan panas pertama di F1 GP Singapura.

RADARBANYUWANGI.ID - Untuk pertama kalinya dalam sejarah F1, Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) mengeluarkan peringatan panas resmi selama penyelenggaraan Grand Prix Singapura.

Langkah ini diambil setelah prakiraan cuaca menunjukkan suhu lintasan dapat mencapai lebih dari 31 derajat Celcius, kondisi yang berpotensi membahayakan fisik para pembalap dan kru.

Menanggapi hal tersebut, pihak penyelenggara pada hari Kamis mengumumkan serangkaian tindakan khusus untuk menjaga keselamatan di tengah cuaca ekstrem.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah penggunaan rompi pendingin (cooling vest) yang dikembangkan pasca insiden di GP Qatar 2023, di mana sejumlah pembalap mengalami gangguan kesehatan akibat suhu panas ekstrem.

Teknologi Rompi Pendingin Formula 1

Rompi pendingin ini menggunakan sistem tabung halus berisi cairan pendingin yang beredar di sekitar tubuh pembalap.

Sistem tersebut dirancang untuk menurunkan suhu tubuh selama balapan panjang dengan intensitas tinggi.

Mulai GP Singapura, setiap mobil diwajibkan untuk memiliki peralatan pendukung yang memungkinkan pengoperasian rompi tersebut.

Peralatan itu meliputi pompa, tangki pendingin, dan penukar panas.

Namun, penggunaan rompi masih bersifat sukarela hingga tahun 2026, ketika FIA berencana menjadikannya perlengkapan wajib di semua mobil balap Formula 1.

Bagi pembalap yang memilih tidak menggunakan rompi pendingin, termasuk juara dunia bertahan Max Verstappen, FIA memberlakukan kompensasi berupa penambahan bobot 500 gram pada mobil.

Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan kompetitif antara pengguna dan non-pengguna teknologi baru tersebut.

Uji Coba Pertama dan Respons Pembalap

Sebagian besar pembalap memilih mencoba rompi pendingin ini di Singapura.

Namun, hasil uji coba di lapangan menunjukkan bahwa teknologi tersebut masih memerlukan penyempurnaan.

Pembalap Ferrari, Charles Leclerc, mengungkapkan bahwa efek pendinginan hanya terasa selama lima lap pertama.

“Setelah itu mulai hangat, jadi tidak terlalu berpengaruh,” ujarnya sambil tersenyum, dikutip Motorsport.

Dengan total 62 lap yang harus ditempuh di Marina Bay Street Circuit, efek jangka pendek jelas menjadi tantangan utama.

Sementara itu, Fernando Alonso menyebut rompi tersebut bekerja baik pada awal balapan, namun efeknya menurun seiring waktu.

“Ini membantu di jam pertama, tapi setelah itu tidak terlalu terasa,” kata pembalap veteran asal Spanyol tersebut kepada ESPN.

Beberapa pembalap juga menyoroti potensi masalah keandalan dan kenyamanan penggunaan.

Dalam beberapa kasus, cairan pendingin justru menjadi hangat akibat suhu tinggi di sekitar kokpit, mengurangi efektivitas perangkat.

Gabriel Bortoleto, pembalap tim Sauber, bahkan menyebut rompi tersebut “terlalu panas” setelah 15 lap pertama.

“Lebih baik saya matikan saja,” ujarnya.

Meski begitu, ia menilai langkah ini tetap penting sebagai upaya awal menghadapi kondisi ekstrem di lintasan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#formula 1 #singapura #fia #Rompi Pendingin #f1