Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Cedera Marc Marquez dan Absennya di MotoGP Australia, Akibat Crash Mandalika?

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 10 Oktober 2025 | 01:55 WIB
Insiden tabrakan MotoGP Mandalika antara Marquez dan Bezzecchi bikin geger.
Insiden tabrakan MotoGP Mandalika antara Marquez dan Bezzecchi bikin geger.

RADARBANYUWANGI.ID - MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Mandalika menjadi sorotan tajam.

Baru saja lomba dimulai, insiden mencengangkan terjadi, Marco Bezzecchi (Aprilia) menabrak bagian belakang motor Marc Marquez (Ducati), menyebabkan Marquez terseret dan terpelanting ke area gravel di tikungan 7, tepat di lokasi dengan perbedaan elevasi (step) antara permukaan aspal dan gravel.

Akibat tumbukan itu, Marquez disebut mengalami cedera pada bahu kanan.

Insiden ini membawa konsekuensi besar.

Marquez, yang baru saja memastikan gelar kejuaraan dunia MotoGP 2025, dipastikan absen dari dua seri berikutnya, yakni GP Australia dan GP Malaysia.

Bezzecchi sendiri langsung meminta maaf kepada Marquez sebagai pihak pemicu tabrakan.

Menariknya, Marquez belum pernah meraih finis di Mandalika sejak sirkuit ini masuk kalender MotoGP pada 2022, catatan yang kini diperparah oleh insiden ini.

Carlo Pernat Mengimajinasikan Jika Marquez Penyebabnya

Carlo Pernat, pengamat dan mantan manajer Valentino Rossi, angkat suara atas insiden itu.

Ia mengungkapkan bahwa ia sulit membayangkan bagaimana reaksi publik dan dunia MotoGP apabila insiden tersebut justru diinisiasi oleh Marquez.

Pernat menyebut bahwa sentimen buruk akan meluap bila Marquez berada di posisi “pelaku”.

Lebih lanjut, Pernat mempertanyakan makna dari permintaan maaf Bezzecchi, serta kontrasnya jika posisi mereka dibalik.

“Seandainya Marquez yang melakukan manuver itu, apa yang akan terjadi?” ujar Pernat.

Pernat juga menyayangkan absennya Marquez serta Jorge Martin dari seri-seri mendatang, yang menurutnya melemahkan gairah akhir musim.

Gravel Mandalika dan Kontroversi Keselamatan

Netizen Australia hingga sejumlah pebalap menyuarakan bahwa masalah utama bukanlah siapa yang menabrak siapa, melainkan kondisi gravel Mandalika yang dianggap berbahaya.

Banyak yang menilai bahwa tabrakan semacam itu bisa jauh kurang fatal jika gravel-nya diratakan, tidak memiliki perbedaan elevasi yang ekstrem.

Kritikus berpendapat bahwa Bezzecchi sebenarnya tidak melakukan manuver yang sangat ekstrem, namun kerusakan dan cedera parah pada Marquez dipicu oleh kondisi lintasan.

Desakan agar Mandalika dihapus dari kalender MotoGP pun bermunculan di media sosial dari kalangan masyarakat Australia yang khawatir keselamatan pembalap.

Dampak terhadap Kalender MotoGP Musim 2025–2026

Akibat cedera, Marquez tak akan tampil di dua seri penting, GP Australia (Phillip Island) dan GP Malaysia (Sepang).

Jorge Martin, juara dunia musim lalu yang sebelumnya sudah cedera, juga masih belum ada kepastian kapan bisa kembali berlaga.

Kekosongan dua figur penting ini dianggap mengurangi intensitas persaingan dan drama balap di sisa musim.

Marquez diharapkan kembali pada seri penutup di Eropa, yaitu Portugal dan Valencia, asalkan kondisi fisiknya pulih.

Lika-liku Cedera Marquez dan Kisahnya

Perjalanan Marquez untuk kembali kompetitif tak mudah.

Ia pernah mengalami patah tulang humerus akibat kecelakaan di Jerez (2020), dan proses penyembuhan yang kompleks memaksanya menjalani operasi lebih lanjut agar sudut tulang kembali tepat.

Dulu ada laporan bahwa tulang Marquez sempat melenceng hingga 34 derajat dibanding posisi ideal.

Demi meraih performa puncak, ia rela “memotong tulang” itu agar bisa kembali ke posisi seharusnya dan membalap.

Keputusan akhirnya untuk pindah dari Honda ke Ducati pun adalah bagian dari upaya mencari kembali kesetabilan performa dan kekuatan fisik yang hilang selama masa pemulihan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Marco Bezzecchi #marc marquez #Mandalika #motogp