Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Masalah Mesin Hantui Racing Bulls di F1 GP Singapura 2025, Peluang Poin Hilang

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 9 Oktober 2025 | 17:13 WIB
Racing Bulls gagal raih poin di F1 GP Singapura 2025.
Racing Bulls gagal raih poin di F1 GP Singapura 2025.

RADARBANYUWANGI.ID - Racing Bulls harus menelan kekecewaan di F1 Grand Prix Singapura 2025 setelah kedua pembalapnya gagal finis di zona poin.

Isack Hadjar menutup balapan di posisi 11 dengan masalah mesin yang mengganggu performanya, sementara Liam Lawson hanya mampu finis di urutan ke-15.

Padahal, performa tim tampak menjanjikan di sesi latihan dan kualifikasi.

Awal Menjanjikan untuk Hadjar

Isack Hadjar memulai balapan dari posisi sepuluh besar, bahkan sempat berada di urutan kesembilan pada tahap awal lomba di Marina Bay.

Namun, optimisme itu sirna ketika tim memberitahunya melalui radio bahwa mobilnya mengalami masalah mesin sesaat sebelum pit stop pertama.

Setelah berhenti untuk mengganti ban, masalah tetap bertahan dan membuat kecepatan mobilnya menurun signifikan.

Meski sempat kembali menembus posisi 10 ketika rivalnya masuk pit, Hadjar akhirnya disalip oleh Carlos Sainz yang tampil lebih segar dengan ban baru menjelang akhir balapan.

“Balapan ini terasa sangat panjang. Kami mengalami masalah sebelum pit dan sejak saat itu semuanya terasa berat. Saya hanya berusaha bertahan semampu saya,” ujar Hadjar, dikutip F1.

Masalah Mesin Kurangi Performa

Team Principal Racing Bulls, Alan Permane, mengonfirmasi bahwa masalah pada powertrain mobil Hadjar menyebabkan kehilangan waktu hingga setengah detik per lap.

Dengan kondisi tersebut, finis di posisi 11 dianggap pencapaian yang cukup mengesankan.

Hadjar sendiri mengaku frustrasi, namun tetap realistis.

“Rasanya tidak menyenangkan karena saya benar-benar tak berdaya di tikungan. Tapi saya tahu itu bukan kesalahan saya. Saya sudah berjuang maksimal, dan hasilnya tidak terlalu buruk dengan posisi ke-11,” ungkap pembalap asal Prancis itu.

Lawson Terjebak Strategi Panjang

Sementara itu, Liam Lawson mencoba strategi berbeda dengan menjalani stint panjang menggunakan ban medium.

Harapannya, Safety Car akan muncul untuk memberinya keuntungan.

Sayangnya, hal itu tidak terjadi.

Ketika akhirnya masuk pit, Lawson mendapati dirinya berada di belakang rombongan besar mobil, situasi yang berlawanan dengan Carlos Sainz yang berhasil keluar di depan iring-iringan mobil tersebut.

“Saya benar-benar tidak tahu apa yang terjadi. Carlos ada di belakang saya sebelum pit, tapi dia finis lima posisi di depan,” kata Lawson.

Meski kecewa, Lawson mengakui kesalahan utamanya terjadi sejak sesi kualifikasi.

“Jika kami memulai dari posisi lebih baik, mungkin kami bisa meraih poin. Tapi hasil kualifikasi membuat semuanya sulit sejak awal,” ujarnya.

Evaluasi untuk Balapan Berikutnya

Kegagalan di Singapura ini menandai pertama kalinya Racing Bulls pulang tanpa poin sejak GP Inggris di Silverstone.

Meski begitu, performa tim di awal pekan menunjukkan potensi besar yang bisa dikembangkan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#formula 1 #singapura #Racing Bulls #isack hadjar #Liam Lawson #f1