RADARBANYUWANGI.ID - Pierre Gasly berbicara jujur tentang performanya di F1 Grand Prix Singapura 2025 setelah hanya mampu finis di posisi ke-19.
Rekan setimnya, Franco Colapinto, juga tidak mampu menembus zona poin dan finis di posisi ke-16.
Hasil ini menandai akhir pekan kelima berturut-turut tanpa satu pun poin bagi tim Alpine, yang kini berada di posisi terbawah klasemen konstruktor Formula 1.
Performa Alpine Masih Jauh dari Harapan
Tim Alpine sebenarnya berharap sirkuit jalan raya Marina Bay bisa lebih menguntungkan mereka dibanding lintasan cepat seperti Monza dan Baku, di mana mobil mereka kesulitan karena kecepatan lurus yang kurang kompetitif.
Namun, kenyataan berkata lain. Gasly harus memulai balapan dari pit lane setelah masalah teknis membuatnya berhenti di area run-off saat sesi kualifikasi.
“Balapan ini memang sudah kami perkirakan akan sulit, apalagi dengan start dari pit lane,” ujar Gasly, dikutip F1.
“Kami mencoba mengubah setelan mobil dan mengganti lantai untuk memahami arah pengembangan ke depan. Meskipun tidak membuahkan hasil langsung, kami berharap ini bisa membantu kami di masa depan,” ungkapnya.
Gasly juga menambahkan bahwa meskipun ia sempat terlibat beberapa pertarungan di lintasan, semua itu tidak cukup untuk memperebutkan poin.
“Kami semua bekerja keras, tapi jelas kami masih jauh dari posisi yang seharusnya,” tegasnya.
Colapinto Bertarung, Namun Belum Berbuah Hasil
Sementara itu, Franco Colapinto mencoba strategi berbeda dengan menggunakan ban lunak di awal balapan.
Langkah itu sempat memberinya keuntungan pada lap-lap pertama, tetapi performa mobil yang tidak stabil dan degradasi ban yang tinggi membuatnya kehilangan posisi di akhir lomba.
“Balapan terasa panjang dengan banyak pertarungan ketat, tapi kami tidak memiliki kecepatan yang cukup,” kata Colapinto.
“Kami mencoba undercut untuk memanfaatkan posisi di lintasan, namun ban cepat habis, dan sulit mempertahankan posisi dari pembalap lain dengan ban lebih segar,” terangnya.
Colapinto masih menjadi satu-satunya pembalap aktif yang belum meraih poin musim ini, sementara Alpine kini tertinggal 26 poin dari Haas di klasemen konstruktor.
Harapan Baru Menuju Austin
Meski hasil di Singapura mengecewakan, Gasly tetap optimistis menghadapi seri berikutnya di Austin, Amerika Serikat.
“Sirkuit Austin memiliki karakteristik berbeda, lebih terbuka, lebih banyak area cepat, dan tidak terlalu bergelombang seperti sirkuit jalan raya. Saya yakin kami bisa tampil lebih baik di sana,” ujarnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi