Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Luca Marini Puji Gaya Defensif Pedro Acosta di MotoGP Mandalika Indonesia

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 9 Oktober 2025 | 01:07 WIB
Pedro Acosta tampil matang di MotoGP Mandalika 2025.
Pedro Acosta tampil matang di MotoGP Mandalika 2025.

RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap muda Red Bull KTM, Pedro Acosta, menunjukkan performa luar biasa di MotoGP Mandalika 2025.

Meski gagal merebut kemenangan, ia sukses finis di posisi kedua dan mendapat pujian dari sesama pembalap, Luca Marini, atas gaya balapnya yang tenang dan defensif.

Pertarungan Sengit di Lintasan Mandalika

Balapan di Sirkuit Mandalika, Minggu (5/10/2025), berlangsung sengit sejak awal.

Acosta yang memulai dari posisi kelima langsung menekan dan naik ke posisi depan.

Ia sempat bersaing ketat dengan Fermin Aldeguer, yang akhirnya menjadi juara dengan selisih hampir tujuh detik.

Sementara itu, duel antara Acosta dan Marini menjadi sorotan utama.

Pembalap asal Spanyol itu menunjukkan ketenangan luar biasa saat diserang berkali-kali.

Dua kali Marini mencoba menyalip di Tikungan 12, tetapi Acosta mampu merebut kembali posisi di Tikungan 13 dan Tikungan 16, memperlihatkan kemampuan defensif yang sangat matang.

Marini pun tak segan melontarkan pujian seusai balapan.

“Pedro benar-benar menghalangi semua orang. Dia membalap dengan luar biasa. KTM memungkinkan mereka mengerem sangat dalam, dan akselerasinya luar biasa, bahkan lebih cepat dari Ducati,” ujar pembalap Honda HRC itu.

Marini mengakui kesulitan menyalip karena keunggulan motor KTM di sektor pengereman dan kecepatan keluar tikungan.

Ia sendiri harus puas finis di posisi kelima setelah bersenggolan dengan Raul Fernandez.

Baca Juga: MotoGP Mandalika 2025 Bikin Indonesia Heboh! Ribuan Wisatawan Serbu Lombok, BRI Jadi Pendukung Utama

Dari Rookie Penuh Tekanan Menjadi Pembalap Dewasa

Bagi Acosta, podium di Mandalika menjadi titik balik penting dalam musim keduanya di MotoGP.

Pembalap berusia 21 tahun itu mengaku kini jauh lebih matang dalam mengelola tekanan.

“Saya menjadi pembalap yang lebih baik dibanding awal musim, yang cukup berat waktu itu. Sekarang saya sedikit lebih matang dan tidak lagi membuat kesalahan rookie,” ucap Acosta dikutip dari Crash (7/10/2025).

Konsistensi Acosta memang mencolok sejak paruh kedua musim.

Dalam tujuh seri terakhir, ia enam kali naik podium, termasuk sprint race, dan selalu finis di lima besar kecuali di Jepang.

Tren positif ini membuatnya tampil percaya diri di setiap seri, termasuk jelang MotoGP Australia 2025 di Sirkuit Phillip Island (17–19 Oktober 2025).

Kerja Sama Solid dengan Tim KTM

Performa stabil Acosta tak lepas dari peningkatan koordinasi dengan tim Red Bull KTM setelah jeda musim panas.

Komunikasi antara pembalap dan kru menjadi lebih efisien, memungkinkan pengaturan strategi yang lebih tepat di setiap lintasan.

“Sejak jeda musim panas, kami cukup konsisten di posisi lima besar. Sekarang kami harus berusaha mengambil langkah kecil berikutnya. Kami semakin dekat, dan saya yakin kami bisa bertarung untuk podium setiap akhir pekan,” tutur Acosta penuh optimis.

Meski masih menghadapi kendala pada bagian depan motor yang membuat KTM kesulitan berbelok, Acosta percaya timnya sedang menuju arah yang tepat.

Ia menilai setiap seri kini menjadi kesempatan untuk memperkuat fondasi menuju kemenangan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#luca marini #Pedro Acosta #indonesia #Mandalika #motogp